KEBUMEN - Pedagang melinjo, Maryam, 69, warga Desa Weton Kulon, Kecamatan Puring menjadi sasaran aksi perampokan pada Minggu dini hari (31/5). Atas peristiwa tersebut korban mengalami kerugian hingga mencapai Rp 233 juta.
Korban bercerita, aksi perampokan yang dialami terjadi begitu cepat. Saat itu sekira pukul 01.30, korban sedang dalam posisi bersiap untuk pergi ke pasar.
Tak disangka, komplotan perampok berjumlah empat orang mendatangi gudang barang miliknya di Desa Kedaleman Kulon, Kecamatan Puring.
Baca Juga: Kim Jeffrey Kurniawan Belum Putuskan untuk Gantung Sepatu; Perlu Pertimbangan Matang...
"Yang masuk rumah itu dua orang, yang dua tunggu di luar pakai motor," jelas Maryam saat ditemui Radar Jogja, Senin (1/6).
Korban yang berada seorang diri tak mampu berkutik ketika pelaku meminta uang sembari menodongkan senjata tajam ke perutnya.
Dalam keadaan terdesak korban kemudian menyerahkan sejumlah uang yang dibungkus kantong plastik sejumlah Rp 108 juta. "Saya tidak berani teriak, takut ditusuk," ujarnya.
Tak berhenti sampai di situ, pelaku lain kembali menodongkan senjata tajam jenis pisau ke arah leher korban seraya menanyakan uang. Korban yang tak berkutik lalu menyerahkan segepok uang senilai Rp 125 juta.
Setelah melancarkan aksinya, para perampok melarikan diri ke arah barat dengan sepeda motor. "Totalnya Rp 233 juta. Itu uang hasil jualan rencana mau disimpan di bank hari ini. Tapi keburu apes," ungkap Maryam.
Saat ditemui, korban mengaku masih diselimuti rasa trauma. Keadaan fisik maupun psikisnya sedikit terganggu selepas kejadian. Ia mengaku hanya bisa pasrah ketika uang hasil kerja keras berjualan melinjo selama ini hilang begitu cepat.
"Dari kemarin tidak bisa tidur, tidak bisa makan, kepikiran terus," terangnya.
Kapolsek Puring AKP Suwarto mengatakan, perisiwa perampokan yang menimpa bakul melinjo saat ini sedang dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
Tim dari polsek maupun polres telah melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengurai kejadian sebenarnya. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.
"Kami sudah ke lokasi kejadian. Tim resmob sedang memburu terduga pelaku," ucapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo