Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BEM KM UPN Veteran Yogyakarta Sebut Kasus Kekerasan Seksual Sudah sejak 2013, Ada Delapan Terduga Pelaku

Delima Purnamasari • Rabu, 20 Mei 2026 | 18:38 WIB


Aksi demo mahasiswa di Kantor Rektorat UPN Veteran Yogyakarta
Aksi demo mahasiswa di Kantor Rektorat UPN Veteran Yogyakarta

 

SLEMAN - Ratusan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta melakukan aksi demo di gedung rektorat pada Rabu (20/5) sore. Aksi ini adalah buntut dugaan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh sejumlah dosen.

Pantauan Radar Jogja massa aksi serempak mengenakan pakaian hitam. Saat mereka datang sebenarnya pintu Gedung Raktorat ditutup, tetapi mereka mencoba menggedor-nggedor dan meminta agar pintu dibuka. Saat sudah dibuka, jumlah peserta aksi begitu banyak hingga meluap sampai keluar gedung rektorat. 

Mereka turut membawa sejumlah poster aksi dengan tulisan "All eyes on FP", " Reformasi Birokrasi", hingga "Di mana Ruang Aman Kami". Dalam aksi ini terlihat sejumlah pejabat kampus turut hadir, termasuk Rektor Mohamad Irhas Effendi. 

Baca Juga: Pidato Prabowo, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi di Kisaran 5,8 - 6,5 Persen RAPBN 2027

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UPN Veteran Yogyakarta Muhammad Risyad Hanafi menjelaskan, kasus ini meledak usai viralnya thread dari akun X soal pelaku dosen dari Jurusan Agroteknologi. Usai ramai ternyata semakin banyak yang berani bersuara.

BEM KM sendiri melakukan pemetaan dan setidaknya ada delapan dosen yang jadi terduga pelaku. Tiga berasal dari Fakultas Pertanian, satu dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dua orang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, satu Fakultas Teknologi Mineral dan Energi, serta satu orang yang tidak berasal dari homebase mana pun. 

"Delapan ini sudah kami catat dan buktinya sudah terkumpul," katanya ditemui di sela-sela demonstrasi. 

Baca Juga: Pembangunan JJLS Kulon Progo Berlanjut, Target Tahun Ini Menyusun Dokumen Perencanaan Inventarisasi Pengadaan Tanah di Empat Kalurahan Terdampak

Aksi bejat ini dilakukan para pelaku sejak 2013 hingga kini. Sementara soal jumlah korban dia sebut jumlahnya sangat banyak dan belum bisa dipastikan hingga kini.

Bentuk kekerasan seksual yang dilakukan juga beragam mulai dari berbentuk verbal lewat lelucon bernada seksis hingga kontak fisik. Pelaku ini memanfaatkan relasi kuasa sebagai dosen dengan mahasiswa. Kondisi ini menyebabkan korban takut untuk bersuara karena khawatir nilai skripsinya tidak keluar dan penelitiannya terhambat. 

Lewat aksi ini mereka menuntut agar kampus menonaktifkan seluruh dosen tersebut selama proses pemeriksaan oleh satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan perguruan tinggi (Satgas PPKPT) berlangsung.

Baca Juga: Buntut Dugaan Kekerasan Seksual oleh Dosen, Ratusan Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Gruduk Gedung Rektorat

Lantaran hingga saat ini baru ada satu orang yang dinonaktifkan sementara. Untuk penonaktifan ini diberi tenggat waktu maksimal tiga hari. Jika nantinya tidak bisa menyelesaikan proses ini maka mereka membuat satgas penanganan kekerasan seksual sendiri secara independen. 

"Kami tidak mau kampus memelihara dan terus bertele-tele dalam penanganan kekerasan seksual," tegasnya. 

Dia juga menuntut kampus agar transparan dalam penanganan kasus ini dan memberikan perlindungan pada para korban. Termasuk memenuhi hak restitusi mereka. (del)

Editor : Heru Pratomo
#upn veteran yogyakarta #bem km upn veteran yogyakarta #Mohamad Irhas Effendi #agroteknologi #kekerasan seksual