BANTUL - Satrerskrim Polres Bantul berhasil mengamankan dua orang pelaku penganiayaan terhadap korban Ilham Dwi Saputra (IDS), 16, pelajar asal Payangan, Cireng, Triharjo, Pandak yang dikeroyok di Lapangan Gadung Mlate, Caturharjo, Pandak, Selasa (14/4) malam.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, Sat Reskeim Polres Bantul berhasil mengamankan dua orang pelaku penganiayaan terhadap korban IDS, 16.
"Dua pelaku BLP, 18, asal Kretek, dan YP, 21, asal Bambanglipuro, keduanya laki-laki," bebernya.
Baca Juga: Kembali Puncaki Klasemen, Jaga Asa ke Super League
Kedua pelaku tersebut saat ini telah dilakukan penahanan di Polres Bantul.
Tim Sat Reskrim Polres Bantul juga menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) dan melakukan pengejaran terhadap lima pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya.
Berdasarkan keterangan dari dua pelaku yang telah diamankan.
"Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar kasus ini dapat segera diselesaikan dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.
Baca Juga: Yani Saptohoedojo, Tak Ada Kata Pensiun untuk Kemajuan Seni Indonesia
Terpisah, Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW) Baharuddin Kamba mengatakan, tindakan para pelaku pengeroyokan ini sudah sangat tidak manusiawi.
Jogja Police Watch mendesak kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap seluruh pelaku pengeroyokan ini.
Ia berharap siapapun yang terlibat harus diproses hukum. Sebab, tindakan para pelaku merupakan tindakan kriminalitas murni.
"Jangan berlindung dibalik anak dibawah umur, lantas seenaknya saja menghilangkan nyawa," tuturnya.
Dalam waktu dekat JPW akan mengirim surat kepada Komisi III DPR RI agar kasus pengeroyokan terhadap Ilham Dwi Saputra menjadi perhatian secara nasional.
"Karena kasus kekerasan yang berujung hilangnya nyawa kerap terjadi di DIJ," pungkasnya. (cin)
Editor : Winda Atika Ira Puspita