Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jalani Sidang Adat Toraja, Pandji Pragiwaksono Dijatuhi Sanksi Denda Satu Babi dan Lima Ayam

Magang Radar Jogja • Rabu, 11 Februari 2026 | 17:02 WIB
Pandji Pragiwaksono Jalani Sidang Adat Toraja.
Pandji Pragiwaksono Jalani Sidang Adat Toraja.

RADAR JOGJA - Komika ternama Pandji Pragiwaksono akhirnya menuntaskan prosesi peradilan adat di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Prosesi peradilan tersebut menjadi buntut panjang dari materi stand-up comedy miliknya sejak 2013 lalu yang dianggap menyinggung sakralnya prosesi adat Rambu Solo dalam kebudayaan masyarakat Toraja.

Melansir Radar Surabaya, prosesi sidang adat tersebut berlangsung selama dua hari, pada 10 hingga 11 Februari 2026 yang diselenggarakan di Tongkonan Layuk Kaero, Sangalla, Tana Toraja.

Pertemuan penting tersebut dihadiri oleh sekitar 32 tokoh yang merupakan perwakilan dari jajaran pemangku adat setempat.

Denda Adat dan Materi Komedi yang Dipersoalkan
Hasil musyawarah dalam sidang menetapkan bahwa Pandji wajib menunaikan hukuman sanksi adat yang ditentukan.

Hukuman yang dijatuhkan berupa sanksi denda berupa penyerahan satu ekor babi serta lima ekor ayam.

Tokoh Adat Toraja, Sam Barumbun, menyatakan bahwa sanksi yang diberikan harus dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Toraja

"Sebagai permohonan maaf kepada leluhur kami, sanksi adat yang dijatuhkan kepada Pandji adalah satu ekor babi dan lima ekor ayam. Ini merupakan simbol tanggung jawab dan penghormatan terhadap adat Toraja," ujar Sam Barumbun, dikutip dari Radar Surabaya, Selasa (10/2/2026).

Akar permasalahan ini bersumber dari materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan "Mesakke Bangsaku" yang viral pada tahun 2013 lalu.

Dilansir dari JawaPos.com, materi tersebut menyinggung ritual pemakaman Rambu Solo yang identik dengan ritual penyembelihan kerbau dan babi dalam jumlah besar.

Dalam materi komedinya, Pandji menyoroti besarnya biaya pesta pemakaman yang bisa membuat orang Toraja jatuh miskin.

"Di Toraja, kalau ada anggota keluarga yang meninggal, makaminnya pakai pesta yang mahal banget. Bahkan, banyak orang Toraja jatuh miskin habis bikin pesta untuk pemakaman keluarganya," kata Pandji Pragiwaksono dalam video pertunjukkan Mesakke Bangsaku, dikutip dari JawaPos.com, Selasa (4/11/2025)

Bagian yang memicu protes keras dari masyarakat Toraja adalah lelucon spesifik mengenai penanganan jenazah.

Pandji membuat candaan jika keluarga di masyarakat Toraja tidak memiliki biaya, jenazah diletakkan di dalam rumah.

"Kalau anggota keluarganya meninggal dan tidak punya duit, jenazahnya ditaruh saja di ruang TV, di ruang tamu," ujar Pandji dalam video tersebut.

Pernyataan inilah yang dinilai melecehkan dan menunjukkan ketidakpahaman Pandji terhadap makna sakral di balik tradisi Rambu Solo dari kebudayaan masyarakat Toraja.

Permintaan Maaf Pandji


Pandji menerima keputusan tersebut dengan lapang dada dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Ia menegaskan bahwa materi leluconnya sama sekali tidak diniatkan untuk merendahkan warisan tradisi warga Toraja.

“Saya meminta maaf atas materi yang pernah saya bawakan. Tidak ada niat untuk merendahkan budaya Toraja. Saya menghormati tradisi dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi di sini,” kata Pandji dikutip dari Radar Surabaya, Selasa (10/2/2026).

Dilansir dari Radar Tuban, Pandji juga mengakui bahwa akar permasalahan muncul dari keterbatasan wawasannya sendiri.

Selama ini, dirinya hanya memandang budaya Toraja dari kacamata orang luar melalui referensi tulisan ilmiah, tanpa pernah mendalami esensi tradisi secara langsung.

Ia menyadari kekeliruannya karena melakukan pertunjukan yang menyentuh ranah adat tanpa dibekali pemahaman utuh dari perspektif masyarakat lokal.

Pandji menjelaskan bahwa pesan awal yang ingin disampaikannya sebenarnya adalah ajakan untuk melihat keberagaman sudut pandang dalam memandang masalah tradisi dan budaya di Indonesia.

Kehadirannya secara langsung di Bumi Toraja memberinya pelajaran berharga dan kesempatan untuk lebih akrab dengan budaya serta penduduk setempat.

Ia turut mengutarakan rasa hormatnya atas sikap terbuka para pemangku adat yang menyambutnya dengan hangat dan memberikan ruang untuk berdialog bersama-sama. (Aqbil Faza Maulana)



 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#pandji pragiwaksono #sanksi #denda #Sidang Adat Toraja