PURWOREJO - Penanganan kasus dugaan korupsi Mini Zoo Purworejo menuai sorotan tajam dari masyarakat. Sebagian menilai penanganan kasus tersebut menyerupai alur drama sinetron karena sampai sekarang belum ada kejelasan.
Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purworejo Fatkhu Rohman menyatakan, sudah lama publik menanti kejelasan kasus dugaan korupsi Mini Zoo Purworejo.
Namun selama ini hasilnya masih nihil. Dia bahkan menyebut setiap penanganan kasus seolah alur ceritanya diputar ulang layaknya sinetron, tanpa ujung yang pasti.
"Kami lihat penangaan kasus ini kok drama sinetron banget sih," terangnya, Kamis (22/1).
Kepada Radar Jogja, Rohman menjelaskan, wajar jika masyarakat mempertanyakan hasil akhir penangaan kasus tersebut. Sebab pembangunan Mini Zoo dibiayai dari uang rakyat. Menurutnya transparansi dan ketegasan aparat penegak hukum (APH) dibutuhkan agar tidak muncul anggapan adanya pembiaran maupun tarik menarik kepetingan.
"Jangankan duit miliaran, satu rupiah pun harus memberikan manfaat buat rakyat," tegasnya.
Dia menegaskan, dalam kasus ini APH sendiri memiliki tanggungjawab kepada publik atas pengungkapan kasus tersebut. Justru bagi dia ketika aparat lambat dalam mengungkap kasus ini akan menimbulkan perspektif liar dari masyarakat.
Bahkan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. Dia juga menyoroti dalam penanganan kasus tersebut justru antar instansi seolah saling lempar tanggungjawab.
"Ketika pemkab ditekan publik lempar ke kejaksaan, begitu juga kejaksaan lempar ke BPK selaku auditor. Kami juga lihat peran DPRD itu terlalu pasif," ujarnya.
Warga di setempat Paino, 35, mengaku sangat khawatir karena kompleks Mini Zoo cukup rawan longsor. Warga pun menanti kepastian, baik dari sisi penegakan hukum maupun tindak lanjut pembangunan calon obyek wisata tersebut.
Pada prinsipnya, kata dia, warga tak ingin melihat Mini Zoo mangkrak begitu saja karena pembangunan diambil dari uang rakyat.
"Harus ada kejelasan kasus, siapa yang harus tanggungjawab. Tindak lanjut bagaimana," ungkap warga Desa Keseneng, Kecamatan Purworejo itu.
Dihubungi terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo belum menanggapi secara eksplisit saat ditanya kelanjutan penanganan dugaan kasus korupsi pada proses pembangunan Mini Zoo. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo