SLEMAN - Seorang perempuan bernama Rosita Istianingrum (RI) usia 38 tahun ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Sleman, Selasa (4/11/2025).
Diketahui korban merupakan seorang ibu single parent dengan satu orang anak laki-laki yang masih duduk di sekolah dasar.
Pantauan Radar Jogja di lokasi, tempat kejadian perkara banyak didatangi oleh warga sekitar termasuk kerabat korban.
Garis polisi sudah dilepas.
Sementara untuk pemilik kontrakan masih membersihkan darah korban yang berceceran di rumah.
Pemilik rumah, Sunarni menjelaskan, korban baru mengontrak dua bulan di rumah ini.
Hanya saja sebelumnya juga mengontrak di rumahnya yang lain selama lima tahun.
"Beliau mengontrak sama anaknya dan asisten rumah tangga. Enggak ada suaminya karena single parent," terangnya ditemui di lokasi, Selasa (4/11/2025).
Sunarni bercerita bahwa keberadaan korban diketahui saat asisten rumah tangga (ART) yang baru saja kembali ke rumah usai mengantarkan anaknya sekolah.
Saat masuk menemukan pisau di dapur bersimbah darah yang saat ditelusuri menuju kamar korban.
Saat kamar dibuka ternyata korban sudah ditemukan dalam kondisi terkapar.
"ARTnya itu gemeter dan langsung lari ke saya. Terus saya coba lihat dan lapor ke dukuh. Habis itu dilaporkan polisi dan medis," tambahnya.
Menurut Sunarni, korban merupakan sosok yang ramah dan cukup berada karena memiliki bisnis salon.
Sepengetahuannya korban juga tidak ada masalah dengan siapapun.
Dia menambahkan, usai di rumah sakit, korban akan dimakamkan di Kota Jogja.
Dia menyebut di kontrakan ini juga ada CCTV yang terhubung ke HP korban.
"Saya pasrah saja, semoga masalahnya segera selesai dan korban bisa tenang," harapnya.
Sementara itu, Kapolsek Gamping AKP Bowo Susilo menjelaskan, saat ini masih dilakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dugaan tindak pidana pembunuhan.
Dia menyebut korban ditemukan meninggal dengan luka sayatan di leher.
Keadaan korban telentang di samping tempat tidur.
"Ditemukan dua pisau di dapur di atas wastafel dan sudah kami amankan, masih dalami untuk dilakukan pemeriksaan sidik jari," tambahnya.
Berdasarkan keterangan saksi, pada pukul 06.15 korban masih mengurus anaknya usai mandi untuk berangkat sekolah.
Usai itu anak diantar oleh ART ke sekolah. Korban ditemukan ART sekitar pukul 07.15 WIB.
"Barang korban semuanya ada dan tidak ada yang hilang di TKP," katanya.
Saat ini direncanakan untuk pemeriksaan berbagai saksi. Mulai dari ART, saudara, hingga teman korban. Termasuk pemeriksaan CCTV. (del)
Editor : Meitika Candra Lantiva