MAGELANG — Warga sekitar Flyover Canguk dikejutkan oleh aksi sekelompok orang yang diduga terlibat tawuran pada Sabtu (4/10) dini hari sekitar pukul 02.15. Aksi yang melibatkan senjata tajam (sajam), tongkat, dan petasan itu terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial.
Video berdurasi kurang dari satu menit yang diunggah akun Instagram @magelang_raya memperlihatkan segerombolan orang berlarian di sekitar flyover sambil membawa sajam berbagai ukuran.
Suara teriakan dan ledakan petasan terdengar bersahutan. Mereka tampak saling mengejar di tengah jalan yang sepi, menimbulkan kepanikan warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Ketua RW 21 Rejowinangun Utara Lukisno membenarkan, peristiwa itu terjadi di wilayah sekitar flyover Canguk. Dia mengaku, menerima kabar itu dari beberapa warganya yang sempat melihat langsung keributan tersebut.
"Warga kami tidak ada yang terlibat, tapi sempat mendengar ramai-ramai, ada yang teriak-teriak dan menyalakan petasan," ujar Lukisno, Senin (6/10).
Menurutnya, sebagian warga yang tinggal di dekat jalan sempat keluar rumah karena mendengar keributan. Dari keterangan mereka, tampak dua kelompok remaja berlarian sambil membawa senjata tajam dan tongkat.
"Dua atau tiga orang yang biasa menyeberangkan jalan juga sampai lari ketakutan. Apalagi lihat orang bawa senjata, pasti ngeri," imbuhnya.
Dari penuturan warga, kata dia, dua kelompok tersebut datang dari arah yang berbeda, yakni arah Terminal Tidar dan Kebonpolo. Mereka disebut bertemu di sekitar terowongan bawah flyover dan sempat berlarian ke arah kota. Warga pun tidak berani melerai.
Dia menegaskan, hingga saat ini tidak ada warga Rejowinangun Utara yang dilaporkan terlibat dalam peristiwa tersebut. "Kami juga sempat ditelepon dari polsek, siang harinya saya tanya ke warga, tidak ada yang tahu pasti siapa pelakunya. Jam segitu kan sepi, jam istirahat," tuturnya.
Kasat Reskrim Iptu Iwan Kristiana mengutarakan, polisi sudah menindaklanjuti informasi terkait dugaan tawuran tersebut. Hingga kini, belum ada laporan resmi maupun identitas pelaku yang terkonfirmasi.
"Masih kami selidiki. Belum ada laporan masuk, tapi kami sudah lakukan identifikasi awal berdasarkan video yang beredar," bebernya.
Dia menambahkan, polisi akan memperkuat patroli di wilayah rawan pada malam hingga dini hari untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. "Kami tingkatkan patroli dan pemantauan, terutama di kawasan yang kerap dijadikan titik kumpul anak muda," paparnya. (aya)