Pertemuan yang dihadiri sekitar 30 pengurus Muhammadiyah dan AMM ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus membuka ruang kerja sama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam sambutannya, Eva Guna Pandia memperkenalkan diri sebagai Kapolresta yang baru dan menyoroti beberapa masalah sosial, seperti peredaran minuman keras, judi, dan penambangan ilegal. Ia mengungkapkan, Polresta Jogja telah menyita 18.500 botol miras.
Ia juga menekankan perlunya dukungan dari masyarakat, terutama Pemuda Muhammadiyah, untuk mengatasi masalah itu. "Kami butuh kolaborasi dari masyarakat. Informasi sekecil apa pun akan kami tampung," ujarnya.
Kapolresta juga menyatakan operasi gencar pemberantasan narkoba dan obat terlarang terus dilakukan. Ia mengharapkan kerja sama dari masyarakat untuk menginformasikan peredaran obat-obatan terlarang yang kini bahkan menyasar anak SMA.
Sementara itu, Ketua PDM Kota H. Aris Mardani menyatakan kesiapan Muhammadiyah untuk bersinergi dengan kepolisian. Ketua Pemuda Muhammadiyah Muhammad Tegar menyatakan kesiapan AMM untuk berkolaborasi.
Ia juga berharap anggotanya dapat dilibatkan dalam kegiatan dakwah di lingkungan Polresta dan Polsek. Selain itu, Tegar juga meminta adanya pelatihan pengamanan dan pengaturan lalu lintas untuk Kokam.
Hal senada disampaikan Ketua Kokam Kota Jogja Eka Krisna yang mengharapkan ada pelatihan SAR dan kolaborasi dalam pengamanan jalan. Eka juga melaporkan adanya dugaan gudang miras di daerah Golo dan berharap Polresta Jogja dapat menindaklanjuti.
Pertemuan ini menunjukkan keseriusan kedua belah pihak dalam membangun kerja sama yang erat demi terciptanya keamanan di Kota Jogja. Diharapkan kegiatan ini dapat membangun sinergisitas dan kerja sama antara Polresta Jogja dengan Muhammadiyah Kota Jogja. (laz)
Editor : Herpri Kartun