JOGJA - Belakangan ini ramai diperbicangkan di media sosial terkait adanya penangkapan sindikat pemain judi online (judol) di Banguntapan, Bantul dengan modus gonta-ganti akun agar peluang menang lebih banyak. Beberapa mantan pemain judol menyampaikan tanggapan terhadap modus tersebut, berdasarkan pengalamnnya.
"Cara gonta-ganti akun baru memang lebih berpotensi bisa menang dan Jackpot (JP)," ujar pemuda asal Sleman yang pernah terjurumus dalam dunia judol, AN kepada Radar Jogja, Kamis (7/8).
Walaupun saat ini ia telah berhasil keluar dari lingkaran setan judol. Namun, sebelumnya ia menggeluti judol selama sekitar dua tahun.
Menurutnya, beberapa situs yang dimainkan dengan akun baru sengaja memberikan kemenangan di awal untuk pemainnya. Hal itu sebagai salah satu cara agar pemain betah dan bertahan main judi di situs tersebut.
"Biasanya cuma untuk pancingan, kalau diteruskan ya tetep ga bakal untung, rungkad," terangnya.
Cara tersebut memang banyak dilakukan saat awal-awal tren judol marak. Namun, ia menilai saat ini cara tersebut tidak menjamin pemain mendapat keuntungan karena saking banyaknya situs judol yang ada.
"Terakhir itu, ada temen yang rugi Rp 11 juta karena terpancing mengejar maxwin (kemenangan maksimal atau jackpot terbesar)," jelasnya.
Mantan pemain judol lainnya, BG juga mengatakan hal yang sama. Kemenangan pejudi tidak bisa diprediksi dan tergantung situs yang ia mainkan. Ia pernah mencoba cara tersebut, namun tetap tidak bisa diprediksi.
"Kadang menang, kadang juga kalah," ujarnya.
Menurutnya, jika beruntung pemain baru akan mendapatkan kemenangan di awal. Beberapa kasus juga baru bisa menang setelah ia melakukan deposit sejumlah uang.
"Tapi dibandingkan akun lama, memang lebih gacor (kemenangan lebih sering) akun baru," terangnya. (oso)
Editor : Heru Pratomo