Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pencuri di Salaman, Magelang Gagal Curi Itik gegara Ketahuan, Motor Ditinggal, Ibu Pelaku Datang Ajak Damai

Naila Nihayah • Rabu, 4 Juni 2025 | 03:02 WIB
NYARIS RAIB: Sudah ada puluhan ekor itik milik Nur Rofik yang dicuri maling.
NYARIS RAIB: Sudah ada puluhan ekor itik milik Nur Rofik yang dicuri maling.

 

MUNGKID - Belasan ekor itik milik Nur Rofik, 53 warga Jetis, Ngadirejo, Salaman nyaris dicuri maling. Insiden itu terjadi pada Senin (3/6) petang. Beruntung, Rofik segera mengetahui hal itu dan itiknya berhasil diselamatkan. Meski begitu, aksi pencurian tersebut tidak hanya terjadi sekali saja, tetapi berulang kali.

Rofik menjelaskan, saat itu, dirinya baru pulang ke rumah menjelang Magrib. Lantas, dia meminta sang anak untuk memeriksa kamera CCTV yang terletak di kandang itik miliknya. Dia melihat, itiknya sedikit mencurigakan karena biasanya mereka akan berkumpul di satu titik.

Dia curiga, ada beberapa itik yang dicuri maling. Lantaran kejadian tersebut sudah menimpanya berulang kali. Setelah Magrib, Rofik memutuskan pergi ke kandang yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah. Bukan kandang itik yang pertama kali dituju, melainkan ke tepi jalan.

Ternyata kecurigaannya benar. Ada dua terduga pelaku yang mencuri itiknya. Saat Rofik tiba di lokasi, keduanya hendak pergi. Meski menggunakan penutup wajah, tapi dia bisa mengenalinya. Karena sudah beberapa kali kedapatan mencuri itiknya. Namun, pasangan suami-istri itu berhasil melarikan diri dengan membawa karung berisi 19 itik.

Sementara sepeda motor milik terduga pelaku dan sandal ditinggal di tepi jalan. Begitu pula dengan karung berisi itik yang ditinggalkan di atas jok motor. Mengetahui hal itu, Rofik memanggil warga setempat. "Sebetulnya saya tidak tega, misal mau, saya bisa menangkapnya," ujar dia di rumahnya, Selasa (3/6).

Dia menyebut, total ada 21 ekor itik yang berusaha dibawa lari. Hanya saja, dua di antaranya kabur. Sedangkan tiga dari 19 ekor itik yang berada di dalam karung, sudah mati. Lantas, dia mengembalikan itik itu ke kandang dan polisi datang untuk mengamankan barang bukti.

Kejadian itu, lanjut Rofik, sudah terjadi berulang kali dengan terduga pelaku yang sama. Bahkan, satu hari sebelum Waisak atau pada Minggu (11/5) malam, ada 25 ekor itiknya juga raib. Dalam setahun ini, total sudah delapan kali itik miliknya dicuri, dengan jumlah yang berbeda.

Di kandangnya, total ada sekitar 700 ekor itik yang dipelihara sejak enam tahun ini. Padahal, dia menargetkan bisa memelihara sebanyak 1.000 ekor itik. Satu ekor rerata dibeli dengan harga Rp 110 ribu. "Sekarang totalnya sekitar 600-an ekor itik, ada yang dijual, ada yang dicuri," paparnya.

Setelah insiden tersebut, ibu terduga pelaku datang ke rumahnya. Terlebih, sepeda motor yang digunakan terduga pelaku untuk melancarkan aksinya, bukan milik pribadi. Melainkan milik orang lain. "Dia ngajak damai bahwa si F (terduga pelaku) menelepon ibunya dan minta tolong untuk memberitahu pak Rofik bahwa dia mencuri itik dua kali," imbuh dia.

Baca Juga: Viral! Kakek Teriaki Teroris dan Aniaya Penumpang TransJakarta Diduga Pernah Maki Pelayan Toko

Rofik mengatakan, hasil curian itu digunakan F untuk bekerja dan bakal menggantinya setelah dia mendapat penghasilan. Selain itu, ibu terduga pelaku juga meminta supaya insiden tersebut tidak diperkarakan lebih jauh. Namun, Rofik belum menyanggupinya dan akan meminta pertimbangan dari sejumlah tokoh, termasuk ketua RT dan kepala desa setempat.

Kapolsek Salaman AKP Sukarjo mengutarakan, belum ada laporan mengenai dugaan pencurian tersebut. Namun, polisi sudah mengantongi barang bukti berupa sepeda motor yang ditinggal terduga pelaku bersama sandalnya. "Kami menunggu (laporan) dan masih mencari pelakunya. (Terduga pelaku) berjumlah dua orang," bebernya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#itik #Magelang #Salaman