Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Argo Izin Pulang Cepat sebelum Meninggal Ditabrak, Rekan-Rekan di FH UGM Minta Diselesaikan secara Hukum

Fahmi Fahriza • Selasa, 27 Mei 2025 | 03:20 WIB
Argo Izin Pulang Cepat sebelum Meninggal Ditabrak, Rekan-Rekan di FH UGM Minta Diselesaikan secara Hukum
Argo Izin Pulang Cepat sebelum Meninggal Ditabrak, Rekan-Rekan di FH UGM Minta Diselesaikan secara Hukum

JOGJA - Kepergian Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) angkatan 2024, menyisakan duka mendalam di kalangan teman-temannya. Argo meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Jalan Palagan, Sleman, pada Sabtu (24/5) dini hari. Kecelakaan itu diduga melibatkan mahasiswa dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.

Salah satu teman dekat Argo, Joann mengenang almarhum beberapa menit sebelum kejadian, masih sibuk mendekor untuk acara Porseni. “Dia minta izin pulang cepat karena besoknya harus mengajar, ikut rapat besar GMLC, lalu lanjut dekor lagi untuk penutupan porseni," kenangnya, pada Radar Jogja, Senin (26/5).

Sebagai pribadi yang hangat, ramah, dan sangat berdedikasi. Dia mengaku kenal Argo secara personal waktu jadi panitia Porseni FH UGM. Selama lima sampai enam bulan mereka kerja bareng. “Dia murah senyum dan gak pernah marah. Aku belum pernah dengar dia membentak siapa pun," kata Joann

Menurutnya, Argo dikenal sebagai sosok pekerja keras yang mampu mengelola waktu dengan sangat baik. Ia bahkan diketahui memegang tiga program kerja secara bersamaanJoann juga menuturkan Argo dikenal sebagai pribadi yang selalu menyemangati orang di sekitarnya, meski dirinya sendiri tengah menghadapi banyak tanggung jawab.

"Dia enggak pernah ngeluh ke aku, padahal kerjaannya banyak. Argo selalu kasih semangat ke yang lain dengan mata sayunya dan senyuman yang gak pernah lepas," katanya.

Momen penutupan Porseni FH UGM yang berlangsung pada 24 Mei 2025 menjadi penuh makna. Joann menyebut acara itu sebelumnya telah mereka doakan agar berjalan lancar. "Kami semua berdoa agar enggak hujan dan acaranya pecah. We did it, Go!"ujarnya haru.

Secara pribadi, Joann tak kuasa menyembunyikan rasa kehilangan mendalam yang ia rasakan, atas kepergian kawannya tersebut. "Rasanya kaya ditampar. Baru saja Argo izin pulang cepat lalu sekarang tiba-tiba dia sudah enggak ada," ucapnya.

Duka atas kepergian Argo tak hanya dirasakan oleh lingkaran terdekatnya. Lembaga-lembaga mahasiswa seperti dewan mahasiswa (Dema) Justicia FH UGM, ALSA LC UGM, dan SRE UGM turut menyampaikan belasungkawa dan rasa kehilangan yang mendalam.

Banyak teman-teman Argo, termasuk Joann, langsung menuju RS Bhayangkara setelah mendengar kabar kecelakaan. Mereka mengaku masih sulit menerima kenyataan yang terjadi. "Kami arah karena ini terjadi sebab kesalahan orang lain, yang sampai sekarang terlihat tidak bertanggung jawab," tegas Joann.

Secara tegas, Joann berharap agar proses hukum terhadap pelaku bisa ditegakkan secara adil. "Kami ingin ada keadilan. Kami ingin pelaku tidak dilepas begitu saja. Kasus ini harus dibawa ke jalur litigasi dan diselesaikan secara hukum. Harus ada pidana bagi pelaku," serunya. (iza/pra)

Editor : Heru Pratomo
#FEB UGM #ditabrak #fh ugm #Argo Ericko Achfandi