Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bu Kepsek Tega Telantarkan Bayi Hasil Selingkuh, Kini Ditangai di RSDS Kebumen, Kondisi Berangsung Membaik

Muhammad Hafied • Rabu, 16 April 2025 | 03:17 WIB

 

Petugas dari Dinsos P3A dan Dinkes PPKB mengecek kondisi bayi di Puskesmas Karanggayam.
Petugas dari Dinsos P3A dan Dinkes PPKB mengecek kondisi bayi di Puskesmas Karanggayam.

 

 

KEBUMEN - Informasi penemuan bayi laki-laki di Desa Nampudadi, Kecamatan Petanahan pada Minggu (13/4) siang sempat membuat geger warga Kebumen. Belakangan terungkap jika bayi tersebut diduga adalah hasil hubungan gelap antara wanita berinisal Ch dengan seorang pria berinisial S.

Ch diketahui merupakan kepala sekolah di salah satu SDN di Kecamatan Karanganyar. Sedangkan S tercatat sebagai warga Karanganyar. Adapun Ch diketahui berstatus janda beranak tiga, sementara S masih memiliki istri sah.

Kegaduhan penemuan bayi ini bermula pada Minggu (13/4) siang. Saat itu S mengaku telah menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki di wilayah Kecamatan Petanahan. Bayi tersebut dieceritakan, ditemukan ketika S sedang mencari rumput.

Singkat cerita, pria itu kemudian bergegas membawa bayi tersebut ke daerah Karanggayam. Niatnya untuk diserahkan kepada adiknya. Melihat kondisi bayi masih merah dengan tali pusar belum terputus, adik S panik dan merasa ketakutan.

Tak berselang lama bayi itu dibawa ke bidan setempat. Bidan pun tak ingin ambil risiko, karena mendapati bayi baru lahir tanpa keberadaan orang tua. Akhirnya bayi tersebut dibawa ke puskesmas untuk penanganan medis lebih lanjut. "Pas dibawa bayi sudah biru. Langsung ada tindakan. Pelan-pelan mau menyusu," ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Kebumen Seha Rahayu.

Seha menyebut, bayi itu berbobot 2,4 kilogram dengan panjang 45,5 sentimeter. Saat ini posisi bayi sudah berada di RSDS Kebumen untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif. "Dibawa ke RSUD. Soalnya banyak yang datang ke puskesmas. Juga buat memastikan kondisinya tertangani dengan baik," kata Seha.

Seha menegaskan, Dinsos P3A tidak akan ikut campur terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Pihaknya kini hanya fokus terhadap kondisi bayi yang sedang ditangani. "Selama belum ada keluarga kami tangani. Kalau nanti ada perkembangan keluarga. Kami serahkan. Dan itu bukan menjadi bayi terlantar," bebernya.

 

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen Yanie Giat Setiawan menyatakan, berdasar informasi yang dihimpun bayi tersebut diduga kuat keluar dari rahim seorang ibu yang merupakan seorang kepala sekolah. Kendati begitu, dirinya menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian.

"Informasinya dia janda anak tiga. Anak masih kecil. Guru di SDN Giripurno. Kami juga tidak habis pikir," ujarnya kesal.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Yosua Farin Setiawan belum berkomentar banyak soal kejadian tersebut. Sebab sejauh ini masih dalam proses penanganan lebih lanjut. "Petugas sudah ke lokasi. Masih didalami dulu," jelasnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#kebumen #kepala sekolah #bayi #RSDS Kebumen #puskesmas #selingkuh #kepsek