JOGJA – Polisi saat ini masih memburu pelaku penembakan airsoft gun kepada dua pemuda di kawasan Mantrijeron, Kota Jogja. Polisi telah mengecek rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Kasatreskrim Polresta Jogja Kompol Probo Satrio mengatakan, selain memeriksa sejumlah rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian, polisi juga menganalisa alat bukti lainnya.
"CCTV sudah dapat, cuma kami nggak bisa (identifikasi) karena nggak kelihatan. Belum bisa memastikan apakah yang mengenai korban benar airsoft gun atau tidak," ujarnya, Kamis (6/3/2025).
Baca Juga: Pengalaman Arlyansyah Bersama PSIM Jogja Akan Dimanfaatkan Persija Jakarta
Diakuinya, tim penyelidik juga masih kesulitan mengungkap para terduga pelaku. Sebab plat nomor kendaraan yang digunakan terduga pelaku tidak terlihat jelas dalam rekaman CCTV.
Probo memastikan, korban dan pelaku tidak saling mengenal. Peristiwa terjadi secara spontan, hanya karena berpapasan, saling menatap lalu cekcok dan terjadi penembakan.
"Pelaku belum diketahui, apakah benar pakai airsoft gun atau bukan, karena mereka (pelaku dan korban) juga tidak saling kenal," katanya.
Kapolsek Mantrijeron AKP Kusnaryanto menjelaskan, di sekitar lokasi kejadian minim CCTV. Keberadaan CCTV yang cukup jauh dari TKP membuat momen penembakan terhadap korban tidak terlalu terlihat. “Airsoft gun-nya nggak terlalu nampak (di CCTV). Hanya saja memang seperti kelihatan mengeluarkan dari badan, agak jauh itu CCTV-nya, plat nomor aja nggak kelihatan," bebernya.
Selain rekaman CCTV, dia juga mengakui minimnya saksi mata yang melihat kejadian pada Selasa (4/3/2025) dini hari itu membuat pihaknya menemui kendala dalam memburu pelaku.
“Saksi hanya korban, karena posisinya sepi, nggak ada yang lihat. Kalau untuk saksi itu orang yang lewat, untuk saksi yang berada di TKP atau stay itu nggak ada," katanya.
Namun dia menengarai ada kemungkinan pelaku menggunakan airsoft gun. Hal itu, katanya, dilihat dari kondisi luka pada kedua korban. Di mana kedua korban mengalami luka lecet yang tidak berat. Peluru dari senapan tidak sampai masuk ke tubuh korban.
“Kalau senjata yang lebih dari itu (airsoft gun) pasti masuk (pelurunya), karena itu jaraknya (tembak) dekat," ujarnya.
Sebelumnya, dua pemuda yang sedang mencari makan untuk sahur menjadi korban penembakan airsoft gun oleh orang tak dikenal (OTK) di Mantrijeron, Kota Jogja pada Selasa (4/3/2025) dini hari. Peristiwa itu terjadi usai korban dan pelaku terlibat adu mulut karena nyaris bertabrakan di simpang tiga Jalan D.I. Panjaitan.
Kasi Humas Polresta Jogja AKP Sujarwo menyebut, ciri-ciri salah satu pelaku diketahui memiliki tato motif api di bagian kaki sebelah kanan. “Diduga pelaku dua orang laki-laki dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax warna hitam,” ujarnya. (tyo)
Editor : Heru Pratomo