Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kejati DIY Turun Tangan! Selidiki Mangkraknya Proyek Agrowisata Bukit Dermo: Jadi Sorotan BPK, Ini Penjelasannya..

Khairul Ma'arif • Jumat, 14 Februari 2025 | 14:50 WIB
Ma
Ma

BANTUL – Proyek pembangunan Agrowisata Bukit Dermo di Selopamioro, Imogiri, Bantul yang semestinya selesai pada 31 Desember 2024, baru mencapai 57 persen.

Proyek yang menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah ini kini menjadi sorotan setelah laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan sejumlah rekomendasi.

Kejaksaan kini turun tangan, menyelidiki proyek tersebut setelah terjadinya keterlambatan yang signifikan.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY Herwatan membenarkan bahwa Kejati DIJ telah mengumpulkan data terkait pembangunan Agrowisata Bukit Dermo.

Namun, ia menyebut bahwa proses ini masih berada pada tahap awal.

“Kami sedang melakukan pengumpulan data, sebagai tindak lanjut dari LHP BPK mengenai proyek ini,” ujarnya tanpa merinci lebih lanjut.

Proyek Agrowisata Bukit Dermo, yang dikerjakan oleh CV Cipto Wening dengan PPK dari Dinas Pariwisata Bantul, masih terbengkalai karena sejumlah fasilitas yang dibangun hingga sekarang belum dapat digunakan.

Anggaran awal yang dialokasikan untuk proyek ini melalui lelang adalah Rp 7,1 miliar, namun CV Cipto Wening memenangkan tender dengan penawaran Rp 5,7 miliar.

Meski begitu, proyek ini kini tengah diselidiki oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Bantul.

Adapun, terkait dengan proses lelang, Pelaksana Tugas Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Bantul Sunarto menjelaskan, proses seleksi dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Seluruh tahapan seperti penjelasan dokumen peminat dan penawaran, evaluasi, dilakukan klarifikasi keabsahan data dokumen pun turut dilakukan terhadap CV Cipto Wening.

Dari 51 penyedia yang berminat, hanya sembilan yang mengajukan penawaran, dan CV Cipto Wening berhasil menang setelah dua peserta dengan harga penawaran lebih rendah gagal memenuhi persyaratan sehingga gugur.

“Tidak harus harga terendah dalam lelang diambil, tetapi berdasarkan evaluasi yang dilakukan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, CV Cipto Wening divalidasi dan dibuktikan secara administrasi sehingga baru ditetapkan sebagai pemenang lelang tender pembangunan Agrowisata Bukit Dermo.

Pria yang biasa disapa Narto ini juga angkat bicara mengenai pekerjaan CV Cipto Wening yang gagal di sejumlah daerah seperti di Bantul.

Menurutnya, saat ditetapkan 28 Juni 2024 sebagai pemenang CV Cipto Wening belum ada memegang paket pengerjaan di mana pun.

Sehingga dia tidak bisa memastikan sepak terjang CV Cipto Wening sebagai penyedia jasa. (rul/wia).

 

 
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Agrowisata Bukit Dermo #turun tangan #proyek mangkrak #Kejati DIY #Bantul