Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buntut Tragedi Pantai Drini, usai Diperiksa Tiga Jam Kepsek SMPN 7 Mojokerto Bungkam, Segera Menyusul 16 Guru Pendamping

Andi May • Sabtu, 1 Februari 2025 | 04:00 WIB

 

BUNGKAM: Kepala Sekolah SMPN 7 Mojokerto Evi Poespita Hany usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Gunungkidul, kemarin (31/1).
BUNGKAM: Kepala Sekolah SMPN 7 Mojokerto Evi Poespita Hany usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Gunungkidul, kemarin (31/1).
 

GUNUNGKIDUL - Kepala Sekolah SMPN 7 Mojokerto Evi Poespita Hany menghadiri pemeriksaan di Mapolres Gunungkidul, kemarin (31/1) sore. Evi memenuhi panggilan Satreskrim atas insiden laka laut di Pantai Drini yang menewaskan empat siswa  (28/1).

Saat datang memenuhi pemeriksaan polisi itu, Evi tampak mengenakan baju hitam dan memakai jilbab berwarna silver. Dia diperiksa di ruang Unit Pidana Khusus (Pidsus) mulai pukul 14.00 sampai 17.05.

Usai pemeriksaan, Evi memilih bungkam saat diwawancarai wartawan. Dia langsung masuk ke dalam mobil dan beranjak pergi, seolah menghindari pertanyaan mengenai insiden dalam kegiatan outing class di Pantai Drini itu.

Kasat Reskrim AKP Ahmad Mirza membenarkan adanya pemeriksaan kepala SMPN 7 Mojokerto di Unit Pidsus Satreskrim.  "Iya benar, tadi kepala sekolahnya Evi Poespita Hany," ujarnya kepada wartawan.

Namun begitu, Mirza mengaku belum dapat menyampaikan keterangan mengenai hasil pemeriksaan itu. Selain kepala sekolah, pihaknya juga akan memeriksa 16 guru pendamping yang ada di lokasi kejadian.

Saat kegiatan outing class, kata Mirza, tidak ada pemeriksaan nama siswa yang dilakukan sebelum kegiatan air oleh guru pendamping maupun travel agen. "Guru pendamping maupun travel agen tidak mengetahui ada siswanya yang sedang bermain air," jelasnya.

Hal ini berujung pada peristiwa tragis ketika beberapa siswa tergulung ombak saat mandi di laut. Mirza menerangkan, kepala sekolah SMPN 7 Mojokerto dan pihak travel agent mengonfirmasi bahwa mereka tidak mengetahui anak-anak tersebut berada di laut saat itu.

"Kejadian baru terdeteksi setelah pelaksanaan absensi selesai, ketika nama-nama siswa yang seharusnya hadir ternyata tidak ada. Setelah mendapatkan informasi mengenai siswa yang tenggelam, pihak travel agent segera meminta untuk memeriksa keadaan di pantai," terangnya.(ndi/laz)

 

 
Editor : Heru Pratomo
#Mapolres #kepala sekolah #Gunungkidul #Mirza #Outing Class #Siswa #pantai drini #SMPN 7 MOJOKERTO #evi