RADAR JOGJA - Peristiwa gantung diri kembali terjadi di Kabupaten Purworejo. Masih di kecamatan yang sama yaitu Kecamatan Bagelen. Seorang pria berusia 40 tahun ditemukan tewas gantung diri Desa Semono, Bagelen, pada Jumat (17/1).
Pj Kapolsek Bagelen AKP Ida Widaastuti mengatakan, pria berinisial HR ini ditemukan meninggal di ruang bekas kamar mandi rumahnya. "Kejadian kali pertama diketahui warga sekitar pukul 11.30 saat pulang dari kebun untuk mencari manggis," katanya Sabtu (18/1).
Baca Juga: Capai Target Kinerja di 2024, BPN Purworejo Terima Tiga Penghargaan di Awal 2025
Saat melawati depan rumah HR, warga bernama Ngatijo memanggilnya. Namun tidak ada jawaban dari HR. "Setelah mengecek ke belakang rumah, Ngatijo melihat HR sudah dalam keadaan menggantung di usuk tiang jemuran bekas kamar mandi rumah milik pelaku," jelasnya.
Melihat kejadian itu, Ngatijo segera memberitahu pemerintah desa setempat. Selanjutnya menuju ke lokasi penemuan mayat dan langsung menghubungi Polsek Bagelen.
Setelah mendapatkan laporan dari warga, Kapolsek Bagelen beserta anggotanya, bersama Unit Identifikasi (Inafis), tim medis Puskesmas Bagelen, dan anggota Satreskrim Polres Purworejo langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Juga melakukan pemeriksaan luar terhadap korban.
Baca Juga: Dinperkimtan Purworejo Serahkan Hibah Sarana Peribadatan ke 70 Penerima di 2024
"Berdasarkan hasil olah TKP, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan," terangnya. Menurut keterangan dari pihak Puskesmas Bagelen dan keluarga, HR mengalami gangguan jiwa (ODGJ) dan selama ini tinggal seorang diri di rumah.
AKP Ida mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak mengabaikan perubahan perilaku yang mungkin terjadi pada kerabat atau teman dekat. Perubahan perilaku yang dimaksud seperti menarik diri dari pergaulan, kecemasan berlebihan, atau perasaan putus asa. "Itu bisa menjadi indikasi adanya masalah mental yang serius karena tekanan hidup yang berat dan harus diperhatikan," pesannya.
Sebelumnya, peristiwa gantung diri juga terjadi di Desa Dadirejo, Bagelen, Purworejo pada Kamis (16/1). Pelakunya gadis berusia 17 tahun bernama CEA, warga Kulon Progo, DIJ. Sebelum peristiwa terjadi, CEA pada Kamis (16/1) sore sekitar pukul 16.00 mendatangi rumah temannya FAF.
Baca Juga: Dukung Program Kemandirian Energi dan Ketahanan Pangan, Desa Krandegan Purworejo Ciptakan Gerobak Pompa Air Tenaga Surya
Menurut keterangan FAF, CEA sempat diminta pulang sekitar pukul 18.00. Namun, dua jam kemudian FAF keluar rumah dan menemukan sepeda motor pelaku masih terparkir di samping rumah.
Merasa curiga, FAF mencari CEA di sekitar rumah dan gudang tratak. Ternyata yang bersangkutan sudah dalam keadaan tergantung menggunakan tali tambang warna hijau yang dikaitkan pada blandar cor gudang.
"Dari hasil penyelidikan sementara, dugaan motif gantung diri pelaku diputus cinta oleh pacarnya. Tapi ini akan terus didalami penyelidik, guna memastikan ada atau tidaknya unsur pidana," terang Kasatreskrim Purworejo AKP Catur Agus Yudo Praseno. (han/laz)
Disclaimer:
Berita ini ditulis bukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.