SLEMAN - Hanum Salsabiela Rais melalui akun Instagramnya @hanumrais menggunggah dugaan kasus penipuan umrah oleh PT. Hasanah Magna Safari (HMS) pada Minggu (22/12) lalu.
Dia menjelaskan unggahan tersebut merupakan upaya untuk membantu para korban.
Unggahan yang terdiri dari tiga dokumen identitas pelaku tersebut diberikan tulisan "SANGAT DICARI!".
Dia menjelaskan, saat ini ratusan jamaah umrah dari PT. HMS terkatung-katung tanpa kejelasan.
Hanum menduga pemilik membawa lari dana jamaah yang berjumlah miliaran.
Beberapa jamaah sudah mencoba menghubungi pemilik, tetapi nomor sudah tidak aktif.
Saat coba di datangi kantornya, ternyata sudah tutup. Kini unggahan tersebut telah mendapatkan 480 komentar dan telah dibagikan lebih dari 2.000 kali.
"Posisi saya bukan korban. Saya hanya berusaha membantu speak up karena masih dalam satu grup WhatsApp," ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Dia mengatakan, memang pernah ikut dalam jamaah dari PT HMS bulan Februari lalu.
Ketika dia melihat dari grup WhatsApp yang dia ikuti tersebut, banyak anggota memesan ulang untuk keberangkatan pada bulan Desember ini. Namun, semua batal tanpa pertanggungjawaban.
"Ternyata banyak sekali, enggak cuma dari grup WhatsApp yang saya ikuti," tambahnya.
Baca Juga: Resmi Pacaran! Lyodra Ginting dan Randy Martin Pamer Kemesraan di Atas Panggung, Netizen Heboh
Dia menjelaskan, kasus ini tengah ditangani oleh Polda DIY. Dia juga menduga akan adanya penipuan investasi oleh pemilik perusahaan dan hal ini tengah ditangani oleh Polres Kulonprogo.
"Travel ini tergolong premium. Bukan yang harga miring," tambahnya.
Menantu Amien Rais, Selmadena Aquilla juga turut menjadi korban penipuan umrah ini.
Hal ini diketahui dari unggahan videon dalam Instagramnya @selmadena pada Jumat (20/12) lalu.
Kini, video tersebut telah mendapat lebih dari 500 komentar dan dibagikan lebih dari 1.800 kali.
Di sana dia menjelaskan telah membayar lunas untuk perjalanan umrah bersama kedua orang tuanya. Mereka direncanakan akan berangkat umrah pada Rabu (25/12).
Namun, ketika ingin melakukan konfirmasi, nomornya sudah diblokir oleh staf perusahaan. Ketika menghubungi pemilik perusahaan, nomornya sudah tidak aktif. Kantor perusahaan juga kosong dan rumah pemilik juga diketahui telah digadaikan.
"Sampai hari ini pemilik travelnya masih hilang, padahal harusnya besok saya berangkat," ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan Instagram pada Selasa (24/12).
Dari informasi yang didapat dari beberapa jamaah dan investor PT. HMS, dia mengatakan ada dugaan pemilik menggunakan sistem ponzi.
Skema itu sendiri merupakan praktik investasi ilegal. Hal ini karena keuntungan yang dibayarkan pada investor sebelumnya berasal dari uang yang diinvestasikan oleh investor baru. Jadi, bukan dari hasil investasi yang sebenarnya.
"Sistem itu yang jadi alasan uangnya mandeg dan tidak bisa memberangkatkan jamaah," katanya.
Dia mengatakan, kerugian total mencapai Rp 30 miliar. Beberapa jamaah kerugiannya Rp 450 juta dan investor yang rugi hampir Rp 2 miliar.
"Sudah melaporkan ke Polda, tapi belum ada tindakan apapun," tambahnya. (del)
Editor : Bahana.