RADAR JOGJA - Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rekonstruksi kasus pelecehan seksual dengan terduga pelaku I Wayan Agus Suartama (IWAS), atau yang dikenal sebagai Agus Buntung.
Agus menjalani rekonstruksi kasus dengan mengenakan penutup wajah dan baju yang berbeda-beda di setiap adegan.
Rekonstruksi dilakukan di tiga lokasi berbeda, dengan melakoni 49 adegan yang menjadi bagian dari rangkaian kejahatan oleh terduga pelaku Agus Buntung.
Rekonstruksi awal dimulai dari Taman Udayana, di mana Agus bertemu dengan salah satu korban.
Proses kemudian dilanjutkan ke Islamic Center, lokasi kedua yang menjadi bagian dari skenario kejadian.
Rekonstruksi terakhir dilakukan di Nang's Homestay, tempat di mana dugaan pelecehan terjadi.
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat mengatakan, jumlah adegan yang awalnya hanya 28 dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) berkembang menjadi 49 adegan selama proses rekonstruksi di lapangan.
Rekonstruksi ini bertujuan untuk memastikan semua fakta dan bukti disusun secara jelas sebelum kasus ini dilanjutkan ke tahap persidangan.
Selama rekonstruksi, terungkap jika Agus Buntung selalu menggunakan kamar yang sama di Nang's Homestay untuk menjalankan aksinya.
Modusnya pun menjadi perhatian, karena Agus kerap menggunakan manipulasi emosional dan ancaman untuk memaksa korban menuruti kehendaknya.
Ketua Komisi Disabilitas Daerah (KDD) NTB Joko Jumadi mengungkapkan, Agus sering mengancam akan menyebarkan rahasia pribadi korban jika permintaannya ditolak.
“Karena dia (korban) tidak mau ini ke negatif, kan yaudah dia mengikuti itu. Kalau tidak mempan juga, sering kali kemudian dia (Agus Buntung) oh, rahasia-rahasia kamu akan saya sebar luaskan. Dia (korban) takut sekali sebenarnya orang tua tahu,” kata Joko dalam siniar bersama Deddy Corbuzier, Rabu (11/12/2024).
Joko Jumadi juga membeberkan modus yang digunakan Agus untuk mendekati korban.
Awal mula ia meminta tolong kepada korban, kemudian memintanya untuk mengantar ke suatu tempat tanpa memberi tahu tujuan sebenarnya dari awal.
Tiba tiba saja, korban malah dibawa ke lokasi yang tidak mereka ketahui sebelumnya, hingga akhirnya mereka tiba di homestay, tempat Agus melancarkan aksinya.
Editor : Winda Atika Ira Puspita