MAGELANG - Komplotan pencuri terekam CCTV tengah beraksi di Jalan Serayu Timur, Menowo, Kedungsari, Kota Magelang, Senin dini hari (9/12). Mereka kedapatan mencuri tempe yang tengah dijemur di depan tempat produksi milik Tamsuri.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, ada enam orang berboncengan dengan dua sepeda motor. Dua orang tampak tergesa-gesa mengambil tempe yang diletakkan di atas papan kayu. Selang beberapa saat, tiga orang kembali untuk mengambil beberapa tempe. Lantas, mereka melarikan diri.
Tamsuri menduga, aksi pencurian itu dilakukan sekitar pukul 01.00. Mereka terdiri dari enam orang dengan mengenakan dua sepeda motor, tapi tidak ada pelat nomor polisinya. "Saya tahunya sekitar pukul 02.00. Pas keluar rumah, mau mengemas (tempe), tapi tempatnya sudah morat-marit (tercecer)," ujarnya di lokasi, Selasa (10/12).
Baca Juga: Sego Penek dan Dawet Ireng Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda Purworejo
Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Dinsos P3A Kulon Progo Salurkan Bantuan Psikotik Bagi Pengidap Gangguan Jiwa
Dia menyebut, ada sejumlah tempe yang digasak pencuri. Dua di antaranya memiliki panjang dua meter. Biasanya, tempe tersebut dijual dengan harga Rp 80 ribu per biji. Selain itu, mereka juga mencuri sekitar 40 tempe berukuran kecil.
Tamsuri memang sengaja menjemur tempenya di luar karena membutuhkan angin yang cukup. Sehingga akan matang secara optimal. Kendati mengalami kerugian, Tarmsuri memilih untuk tidak melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Karena kejadian serupa juga pernah dialaminya setahun yang lalu.
Yang terpenting, kata dia, polisi sudah mengetahui ada kejadian pencurian. "(Polisi) belum ke sini. Wong saya juga tidak tahu kalau begini (jadi viral di media sosial). Tapi, memang ini agak banyak (yang dicuri)," sambungnya.
Kasat Reskrim Polres Magelang Kota Iptu Iwan Kristiana menuturkan, polisi belum menerima laporan resmi terkait kejadian pencurian tempe. Meski begitu, polisi akan tetap menyelidikinya. "Belum ada laporan, tetapi kami tetap melakukan penyelidikan," paparnya. (aya)
Editor : Heru Pratomo