RADAR JOGJA – Sebuah vidio yang dibagikan akun X @widodol_joko memperlihatkan aksi perundungan yang dilakukan oleh siswa SMP di Gowa, Sulawesi Selatan, pada Selasa (18/11/2024).
Korban dipukuli dan diinjak berkali-kali oleh siswa di sebuah ruang kelas. Korban yang terjatuh, lalu dibanting hingga terkapar di lantai.
Tidak ada satu pun teman korban yang melerai perundungan tersebut.
Kemudian, saat korban tak sadarkan diri, beberapa siswa terlihat panik dan mencoba membangunkan korban.
Plt Kasi Humas Polres Gowa, Ipda Udin Sibadu membenarkan video perundungan tersebut.
Ia mengatakan, perundungan itu terjadi dua minggu yang lalu dan telah diselesaikan oleh pihak sekolah secara internal.
“Iya, itu kejadiannya sudah dua minggu lalu dan sudah diadamaikan oleh pihak sekolah,” ujarnya.
Tidak ada laporan resmi tentang perundungan tersebut yang masuk ke Polres Gowa karena pihak internal, yakni pihak sekolah termasuk guru Bimbingan dan Konseling (BK) telah menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Jadi terkait hal begini, guru memberikan bimbingan kepada para siswa di sekolahnya, kemudian juga dengan bantuan aparat kepolisian. Sekolah memberikan pendidikan penyuluhan untuk menghindari kegiatan merugikan siswa itu sendiri,” tambahnya.
Menurutnya, kasus tersebut terjadi karena kesalahpahaman antar siswa.
“Itu untuk sementara pihak sekolah yang menyelesaikan, biasa yang begitu kalau anak-anak masalah kesalahpahaman,” ujarnya.
Berdasarkan narasi yang tertulis di video viral tersebut, korban meninggal dunia akibat karena aksi perundungan tersebut.
Namun, orang tua korban menepis pernyataan tersebut bahwa anaknya tidak meninggal dunia.
Kapolres Gowa AKBP Reonald Simanjuntak mengatakan, laporan dari pihak korban yang baru saja masuk ke Polres akan ditindak lanjut sesuai hukum yang berlaku.
“Jadi laporan korban akan kita tindak lanjuti, tapi karena ini adalah anak sebagai korban dan anak sebagai pelaku maka tindakan dari kepolisian akan berbeda karena dilakukan pendampingan oleh PPA Polres Gowa dan Dinas PPA Gowa dan Bapas,” ungkapnya.
Reonald mengatakan bahwa ada enam yang sudah diperiksa termasuk korban, kepala sekolah, guru BK, dan perekam.
“Kita ambil keterangan untuk mengetahui kronologi sebenarnya. Intinya kami dalami dan tindak lanjuti, ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan meminta pengawasan diperketat setelah munculnya aksi perundungan siswa SMP yang viral di media sosial.
Pengawasan ditingkatkan khususnya di jam istirahat sehingga tidak ada kejadian seperti ini.
Kami juga berharap dari keluarga terdekat agar yang bersangkutan dibina di rumah tidak hanya di sekolah sehingga di satu sisi pemerintah meningkatkan pengawasan di sekolah dan di lain sisi pendampingan di rumah oleh keluarga juga ditingkatkan agar bisa mencetak SDM yang baik di masa akan datang," katanya. (Yasminun Ardine Issudibyo)
Editor : Meitika Candra Lantiva