Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buntut Penganiayaan di Jambusari, Polresta Sleman Gerebek Rumah Terduga Pelaku, Tangkap Empat Orang dan Puluhan Senjata Tajam

Gregorius Bramantyo • Sabtu, 16 November 2024 | 04:44 WIB
Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Yuswanto Ardi.
Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Yuswanto Ardi.

SLEMAN - Polresta Sleman menggeledah sebuah rumah di wilayah Jambusari, Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, kemarin (15/11). Rumah itu diduga berkaitan dengan kasus pembacokan yang melukai satu orang di Jambusari.

Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi mengatakan, dalam penggerebekan itu beberapa orang telah diamankan polisi. Selain itu, polisi juga menyita belasan senjata tajam sebagai barang bukti.

"Telah terjadi penganiayaan dari kelompok orang yang larinya ke rumah ini. Kemudian kami geledah, kami temukan banyak senjata tajam seperti panah, pedang, golok dan celurit," katanya Jumat (15/11).

Dia menjelaskan, penghuni rumah yang diamankan berjumlah empat orang. Mereka saat ini telah dibawa ke Mapolresta Sleman untuk dimintai keterangan dan masih dalam penyelidikan polisi. Sehingga belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini.

Penggerebekan ini dilakukan buntut dari adanya dugaan kasus penganiayaan terhadap seorang pengemudi mobil di Jambusari pada Jumat (15/11) pukul 04.00. Namun baru dilaporkan polisi pukul 05.00. Para pelaku melakukan pembacokan dan mengenai dada serta punggung korban. Korban saat ini dirawat intensif di RSUP Dr Sardjito.

"Kami sinkronkan dengan informasi yang kami dapatkan dari warga bahwa di lokasi kejadian terdapat sebuah rumah yang sering untuk digunakan kumpul-kumpul dan membuat resah masyarakat. Kemudian kami juga dapat informasi terduga pelaku lari ke arah rumah ini,"  jelas Ardi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku penganiayaan diduga berlari dan bersembunyi di rumah tersebut dan akhirnya digerebek polisi. Terkait motif dan latar belakang tindakan kriminal itu, polisi masih melakukan penyelidikan.

"Pemicu (penganiayaan) masih kami dalami. Kebetulan keterangan korban belum lengkap karena masih dalam perawatan. Alhamdulillah kondisinya sekarang stabil," ujar Ardi.

Usai kejadian ini, Polresta Sleman mengerahkan personelnya untuk mengantisipasi adanya gesekan tambahan. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang.

Ardi menegaskan premanisme tidak boleh ada di wilayahnya. "Yang jelas kami telah siap untuk melakukan antisipasi apabila ada gerakan tambahan. Personel tambahan sementara melakukan pengamanan di sekitar lokasi," tandasnya. (tyo/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#Pembacokan #Sleman #Polisi #Polresta Sleman #ngemplak #wedomartani