JOGJA – Polresta Jogja menangkap tujuh pelaku penganiayaan dan penusukan terhadap santri yang terjadi di Prawirotaman, Kota Jogja, Rabu (23/10) malam. Dua santri asal Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak menjadi korban dalam peristiwa ini.
Kapolresta Jogja Kombes Pol Aditya Surya Dharma mengungkapkan, para pelaku berinisial VL, NH alias E, F, J, Y, T, dan R alias C. Penangkapan para pelaku dilakukan atas tiga laporan polisi yang berbeda. Sebelum terjadi insiden penusukan santri, ada dua laporan polisi lainnya yang mengarah kepada para pelaku penusukan.
Aditya menyampaikan, peristiwa bermula pada Selasa (22/10) malam. Salah satu pelaku berinisial NH alias E sempat cekcok dengan orang lain di sebuah gerai minuman keras di perempatan Jalan Prawirotaman-Parangtritis, Kota Jogja pada pukul 20.00. Perselisihan itu berlanjut di sebuah kafe yang tak jauh dari lokasi gerai minuman beralkohol pada Rabu (23/10) pukul 01.30.
"Pelaku E dan teman-temannya ikut masuk ke kafe dan melakukan perusakan dengan parang dan tangan kosong," katanya di Mapolresta Jogja, Selasa (29/10).
Sementara di lokasi terpisah, yakni di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, masih berlangsung kegiatan mengaji pada Rabu (23/10) pukul 21.00. Kedua santri yakni Shafiq Faskhan dan Muhammad Aufal saat itu hendak mencari makan.
Keduanya kemudian membeli sate di sekitar kafe tempat peristiwa pertama terjadi. Saat kedua korban sudah selesai makan sate di TKP, tiba-tiba korban mendengar suara seperti gelas atau botol pecah. “Selanjutnya korban dikeroyok oleh segerombolan orang tak dikenal," ujar Aditya.
Korban dipukuli dengan benda tumpul seperti balok kayu, helm, dan tangan kosong. Pelaku, kata Aditya, sempat berteriak 'ini orangnya, ini orangnya' dan ada teriakan 'bunuh, bunuh'. “Korban tidak mengetahui kenapa para pelaku melakukan aksinya," ucap Aditya.
Korban Muhammad Aufal mengalami luka memar di kepala dan patah tulang ibu jari kanan. Sementara korban Shafiq Faskhan mengalami luka di bagian perut kiri, diduga ditusuk senjata tajam sejenis pisau. Kedua korban diduga merupakan korban salah sasaran.
Baca Juga: Debat Perdana Pilkada Kebumen, Lilis-Zaeni Buka Lapangan Kerja, Arif-Rista Bangun Rumah Gratis
Baca Juga: Debat Publik Perdana Pilkada Purworejo, Yophi-Prabowo Tak Bagi-Bagi Proyek, Yuli-Dion Go Digital
"Santri kemungkinan salah sasaran, lagi makan sate, tidak ada kaitan dengan yang (peristiwa) pertama," ujar Aditya.
Dia mengungkapkan, dari tujuh pelaku yang diringkus, ada satu pelaku yang disinyalir menjadi provokator, yakni pelaku R alias C. Pelaku R melakukan provokasi ke teman-temannya dengan menyuruh berkumpul di kafe dan menyiapkan minuman beralkohol. “Setelah itu mabuk dan menyuruh membuat keonaran. R adalah otaknya, yang lainnya eksekutor,” ungkapnya.
Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terkait peran masing-masing pelaku. Termasuk pelaku yang melakukan penusukan serta kemungkinan adanya pelaku lain. “Untuk sajamnya masih kami cari. Untuk pelaku penusukan, kami masih mendalami peran masing-masing," jelas Aditya. (tyo/pra)
Editor : Heru Pratomo