Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nomor Telepon Hotel dan Penginapan Diubah untuk Penipuan, PHRI DIJ Imbau Konsumen Hati-Hati

Gregorius Bramantyo • Rabu, 14 Agustus 2024 | 04:20 WIB

 

 

Ilustrasi Penipuan
Ilustrasi Penipuan

JOGJA – Puluhan nomor telepon hotel dan penginapan di DIJ yang tercantum di informasi Google Maps diretas. Ada juga yang menyebut nomor-nomor itu terkena pishing. Pelaku mengubah informasi nomor telepon hotel yang ada di Google Maps dengan nomor telepon miliknya untuk menipu calon tamu hotel.

Peristiwa ini terjadi di hampir sebagian wilayah Indonesia mulai hari Minggu (11/8). Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat, hingga kemarin (13/8), 50 hotel atau penginapan yang nomornya diubah di Google Maps. Pertama yang melaporkan kasus ini PHRI Sumatera Barat. “Kemudian kami cek anggota, ternyata ada juga yang diubah nomornya,” kata Ketua PHRI DIJ Deddy Pranowo Eryono.

Modusnya pelaku adalah mengubah informasi nomor telepon yang ada di Google dengan nomor HP atau WhatsApp pelaku. Saat ada tamu yang menghubungi, pelaku kemudian meminta calon tamu hotel untuk mengirimkan sejumlah uang untuk uang muka ke nomor rekening yang bukan nomor hotel.

Deddy mengatakan, awalnya ada 120 laporan peretasan di DIJ diterimanya lewat telepon. PHRI DIJ kemudian meminta pengurus di kabupaten/kota untuk mengumpulkan data hotel hingga penginapan anggota PHRI DIJ yang menjadi korban peretasan.“ Ada juga yang kos-kosan harian yang telepon dan bukan anggota PHRI,” jelasnya.

Ata peristiwa tersebut, pihaknya pun telah melaporkan data-data tersebut ke Badan Pengurus Pusat (BPP) PHRI. Untuk kemudian diteruskan ke Bareskrim Polri. Dari BPP melaporkan ke pihak Google dan diminta masing-masing hotel juga melaporkan kejadian ini ke Google.

Tidak hanya hotel berbintang yang menjadi korban peretasan. Namun penginapan dan homestay anggota PHRI juga menjadi korban. Hanya saja, hingga saat ini belum ada laporan dari konsumen yang menjadi korban peristiwa ini.

Deddy mengaku, sebelumnya beberapa hotel pernah menjadi korban dalam peretasan nomor ini sekitar satu tahun yang lalu. Namun sifat kejadiannya tidak serentak seperti saat ini. “Kalau yang banyak dan serentak baru kali ini,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau kepada pelanggan maupun masyarakat untuk lebih waspada dan hati-hati. Reservasi bisa dilakukan dengan langsung datang ke hotel. Atau menghubungi nomor yang berawalan 0274. “Tidak melalui nomor handphone, atau WhatsApp,” kata Deddy.

Deddy meminta konsumen untuk mentransfer uang di rekening yang benar-benar atas nama hotel tersebut. Supaya tidak banyak konsumen yang menjadi korban penipuan. (tyo/din)

Editor : Satria Pradika
#penginapan #Penipuan #nomor telepon #phri