RADAR JOGJA, MUNGKID - Polsek Secang dan Polresta Magelang membekuk delapan orang yang diduga hendak melakukan tawuran atarkelompok.
Selain itu, polisi juga mengamankan tiga senjata tajam (sajam) berupa celurit dengan panjang yang berbeda-beda.
Ada dua kejadian dugaan tawuran yang terjadi di wilayah Secang.
Pertama, kejadian di Desa Karangkajen pada Sabtu (15/6/2024) sekitar pukul 19.00.
Kemudian kejadian kedua di Desa Pirikan pada Minggu (16/6/2024) sekitar pukul 01.00.
Di tempat kejadian perkara (TKP) pertama, polisi membekuk lima orang dan proses penyelidikan dilakukan oleh Polsek Secang.
Sedangkan di TKP kedua diamankan tiga orang dan ditangani oleh Sat Reskrim Polresta Magelang.
Kapolsek Secang AKP Kamidi menjelaskan, dugaan tawuran antarremaja di Karangkajen dipicu karena berebut perempuan.
"(Dikarenakan) rebutan cewek.(Penanangan) di polsek (Secang), diamankan lima (remaja)," ujarnya saat dihubungi, Minggu (16/6/2024).
Adapun barang bukti yang disita berupa satu buah sajam.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka pada kelima remaja tersebut. Hanya mengalami lecet.
Kemudian, TKP kedua tepatnya berada di Dusun Domas, Pirikan pada Minggu (16/6/2024) sekitar pukul 01.00. Ada tiga orang yang diciduk.
Mereka juga mengalami luka-luka di tubuhnya akibat sabetan benda tajam berupa celurit.
Dari tangan mereka, polisi menemukan dua sajam.
Namun, kasus tersebut diambil alih oleh Sat Reskrim Polresta Magelang.
"Terduga pelaku merupakan antargeng. Rompi dengan tulisan bajak laut sudah saya serahkan ke Polresta Magelang," katanya.
Kamidi menyebut, ada tiga orang yang diamankan.
Baik terduga pelaku maupun korban. Sementara korban mengalami luka tusuk bagian dada, pinggang, dan betis kanan.
Korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
"Tadi malam masih rawat inap di RSJ Prof Soerojo. Mau saya bawa ke Polresta Magelang kan nggak mungkin. Korban satunya, mengalami luka tusuk di bahu kanan. Yang satunya lagi memar di tangan kiri," imbuhnya.
Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polresta Magelang Kompol Rifeld Constantien Baba membenarkan adanya kejadian tersebut.
Dia menyebut, kejadian di Pirikan disebabkan oleh saling tantang di media sosial (medsos)
Polisi juga masih mendalami kasus tersebut.
"Masih didalami. Kita amankan tiga orang. (Tantangan) lewat medsos," jelas Rifeld. (aya)
Editor : Bahana.