RADAR JOGJA - Hati-hati terhadap modus pencurian yang semakin kreatif. Kali ini, sebuah konter kabel data di Jalan Tentara Pelajar Kamp, depan Sekolah Khalifah IMS, Lio Parigi Baru, Kecamatan PD Aren, menjadi sasaran aksi dua pasangan pencuri yang menggunakan taktik terencana.
Menurut informasi yang diunggah oleh akun Instagram @memomedsos pada Selasa (12/3), kejadian ini bermula ketika dua pelaku pertama singgah ke konter dan berpura-pura sebagai pembeli kabel data.
Mereka dengan cermat mengalihkan perhatian penjaga konter dengan menawar-nawar barang, sementara satu dari mereka berpura-pura lumpuh.
Dengan begitu, penjaga konter yang merasa iba untuk mendekati pelaku yang pura-pura lumpuh.
Hal ini memberikan kesempatan bagi pelaku lainnya, dua orang yang menggunakan satu motor, untuk masuk ke dalam konter tanpa diketahui.
Secara bersamaan, pelaku kedua berhasil mencuri dua ponsel, satu milik toko dan satu lagi milik penjaga konter. Selain itu, uang tunai sebesar Rp. 900.000 juga ikut raib dari kasir konter.
Peristiwa ini berhasil tercatat berkat adanya sistem Closed-Circuit Television (CCTV) di dalam konter.
Menurut beberapa komentar dari warganet, keberadaan CCTV menjadi penyelamat, membuat kejadian ini cepat terungkap.
Salah satu komentar dari akun @ozanhazama mengatakan, "untung ada CCTV dan viral, kalau tidak ada, mungkin tidak akan diusut."
Baca Juga: Beri Edukasi Bagi Kaum Perempuan, LPS Dorong Perempuan Melek Keuangan
Komentar lain dari @banu_sucipt0 menyoroti bahwa pelaku mungkin bisa mengalihkan perhatian penjaga toko, tetapi tidak dengan CCTV.
Sementara @irfan.anwarii, yang memiliki pengalaman sebagai Personal Bodyguard, menambahkan, "Pengalaman saya sebagai Personal Bodyguard, kebanyakan pelaku tidak sadar atau tidak mengecek posisi CCTV sebelum beraksi, posisi CCTV sangat membantu."
Pihak kepolisian setempat telah mendapatkan laporan dan sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap modus pencurian yang semakin berkembang dan segera melapor jika mengetahui aktivitas mencurigakan.
Editor : Bahana.