Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada 11 Luka Tusuk dan Sayatan di Tubuh Mayat Perempuan yang Ditemukan di Kos Laki-Laki Kotabaru Jogja

Khairul Ma'arif • Selasa, 27 Februari 2024 | 14:45 WIB

 

Kapolresta Jogja Kombes Pol Aditya Surya Dharma
Kapolresta Jogja Kombes Pol Aditya Surya Dharma

JOGJA - Polisi mengungkap mayat perempuan yang ditemukan di kamar kos pria Jalan Krasak, Kotabaru, Jogja meninggal dunia karena luka di lehernya. Luka itu mengakibatkan memutus saluran pernapasan. Di bagian tubuh didapati ada bekas tusukan dan sayatan benda tajam.

Kapolresta Jogja Kombes Pol Aditya Surya Dharma membeberkan, perempuan itu diduga korban pembunuhan serta pencurian. Itu lantaran korban pergi meninggalkan rumah sejak Selasa (20/2) sehingga dua hari setelahnya pada Kamis (22/2) dilaporkan hilang ke polisi.

Korban pergi dari rumah mengendarai sepeda motor dan membawa handphone, sebelum kemudian ditemukan meninggal dunia di kos laki-laki. "Hasil olah TKP, HP maupun kendaraan korban hilang, kemungkinan dibawa pelaku," tuturnya kemarin (26/2).

Korban perempuan itu bernama Fara Diansyah, 23, beralamat di Tridadi, Sleman. Statusnya  mahasiswa. Ketika pergi meninggalkan rumah, korban sempat berpamitan. Namun tidak diketahui kepergiannya ke mana.

Penyewa kos di Jalan Krasak pria bernama Henry Mohammad Ramdan, 31, yang kini dalam pencarian kepolisian. Namun Henry belum dipastikan sebagai pelaku. Aditya mengaku, hubungan korban Fara dengan Henry masih didalami apakah hanya teman biasa atau pacar.

Sampai saat ini tidak ada bukti Fara mengalami kekerasan seksual. Tetapi diketahui ada luka-luka di tubuh korban. Untuk mengetahui itu dikumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang ada, baik dari pemilik kos atau teman korban. "Pihak keluarga nanti akan datang, kemarin jenazah dimakamkan," ungkapnya.

Kini sudah ada enam orang saksi yang diperiksa polisi. Aditya menuturkan, dari hasil otopsi korban sudah meninggal dunia sekitar tiga sampai empat hari. Di tubuhnya ditemukan sejumlah luka atau memar yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Luka tusukan maupun sayatan di tubuh korban sebanyak 11 di antaranya di leher dan tangan korban," tuturnya. Menurutnya, saat ini alat yang digunakan pelaku untuk melakukan pembunuhan masih dalam pencarian.

Dari TKP hanya ditemukan satu tas milik korban dan identitasnya. Aditya menyimpulkan, jasad perempuan itu merupakan korban pembunuhan. Namun pelakunya masih dalam pengejaran dan pengungkapan.

Henry sudah sekitar satu tahun menyewa kos di tempat itu. "Kami belum berani memutuskan dia (H, Red) sebagai pelaku atau tidak," tambahnya. Tetapi untuk sementara ini keberadaan H dalam pencarian untuk memperjelas kasus.

Sementara itu, Radar Jogja mendapatkan informasi bahwa Henry Mohammad Ramdan bekerja di bagian sisha sebuah kafe di Kotabaru, tidak terlalu jauh dari tempat kosnya di Jalan Krasak. Ia berasal dari Bandung, Jawa Barat. Sementara perempuan yang ditemukan meninggal dunia di kos Henry, bukan rekan kerja di kafe tempat Henry bekerja. (rul/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#luka tusuk #Pembunuhan