Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Geger di Jalan Asia Afrika, Bandung! Pengunjung Dikeroyok Juru Foto Jalanan karena Menolak Difoto Tanpa Izin

Cici Jusnia • Jumat, 19 Januari 2024 | 22:20 WIB
Geger di Jalan Asia Afrika, Bandung! Pengunjung Dikeroyok Juru Foto Jalanan karena Menolak Difoto Tanpa Izin
Geger di Jalan Asia Afrika, Bandung! Pengunjung Dikeroyok Juru Foto Jalanan karena Menolak Difoto Tanpa Izin

RADAR JOGJA - Sebuah insiden pengeroyokan terjadi di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, yang melibatkan seorang pengunjung dan sejumlah juru foto jalanan.

Video kejadian ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun Twitter @folkshittmedia pada Jumat (19/1/2024).

Kejadian ini berawal ketika seorang pengunjung yang tidak terima difoto tanpa izin tiba-tiba menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah juru foto jalanan.

Narasi yang berkembang di media sosial menyebutkan bahwa aksi tersebut membuat kondisi pariwisata Bandung tidak kondusif, dengan klaim bahwa para pelaku adalah fotografer jalanan yang mengganggu pengunjung di Jalan Braga (Jalan Asia Afrika) dan Alun Alun Bandung.

Namun, hasil penyelidikan menyatakan bahwa insiden ini dipicu oleh kesalahpahaman antara korban dan seorang juru foto.

Korban, yang saat itu sedang berkunjung ke Jalan Asia Afrika, mendapati dirinya difoto tanpa izin oleh seorang juru foto.

Kejadian tersebut memicu cekcok antara korban dan juru foto tersebut.

Menurut keterangan dari Siswo, salah satu saksi yang mengetahui kejadian tersebut, korban kemudian mencekik dan mendorong juru foto tersebut ke tembok.

Tindakan tersebut menarik perhatian rekan-rekan sesama juru foto, yang kemudian merespons dengan melibatkan diri dalam konfrontasi tersebut.

Akibatnya, pengeroyokan terjadi dan melibatkan 3-4 orang pelaku.

"Saat dicekik dan didorong ke tembok, rekan sesama juru foto merespon. Akhirnya, teman-teman juru foto itu melakukan penganiayaan terhadap pengunjung," ungkap Siswo.

Setelah kejadian, para pelaku pengeroyokan berhasil diamankan oleh petugas kepolisian dari Mapolsek Sumur Bandung.

Berkat mediasi dan dialog antara korban dan pelaku, akhirnya keduanya sepakat untuk menyelesaikan konflik secara damai.

Kapolsek Sumur Bandung, yang memimpin penyelidikan, mengungkapkan bahwa insiden ini adalah hasil dari kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi antara pengunjung dan juru foto jalanan.

Pihak kepolisian menekankan pentingnya saling menghormati hak privasi dan mendukung solusi damai dalam menyelesaikan konflik sejenis di masa mendatang.

Editor : Bahana.
#pengeroyokan #asia afrika bandung