RADAR JOGJA - Kasus bullying yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 Jatimulya, Bekasi, merenggut nyawa seorang siswa yang menjadi korban perundungan.
Fatir Arya Adinata (FAA), korban perundungan tersebut, akhirnya meninggal dunia pada hari Kamis, 7 Desember 2023.
Sebelumnya, FAA mengalami serangkaian perundungan di lingkungan sekolahnya, yang membuat kondisinya semakin memburuk.
Ibu FAA, Diana Novita Sari, telah meminta keadilan atas apa yang dialami oleh anaknya.
FAA terpaksa menjalani amputasi pada kaki kirinya sebagai akibat dari kebrutalan yang dialaminya di sekolah.
Pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa FAA mengalami kanker tulang sebagai dampak dari luka yang disebabkan oleh perundungan.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun, telah meninggal anak kami Fatir Arya Adinata," ujar ibu korban dengan suara tertekan.
Informasi tentang kematian FAA pertama kali diketahui melalui unggahan akun Instagram @bekasi24jam.
FAA menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 02.25 WIB di Rumah Sakit Hermina.
Pihak sekolah, yang sebelumnya menyangkal adanya perundungan, menyebut peristiwa tersebut hanya sebagai bercandaan sesama siswa.
Sukaemah, yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) SDN 09 Jatimulya, membantah adanya tindakan perundungan.
"Kami sudah berklarifikasi mengenai Fatir, tak ada perundungan sama sekali. Iya memang dalam peristiwa itu mereka jajan, bercanda, tanpa sengaja itu selengkatan kaki, jatuh," ungkap Sukaemah.
Sukaemah bahkan menyebut bahwa tragedi yang membuat kaki FAA luka hingga akhirnya diamputasi disebabkan oleh bercanda saat para murid jajan di sekolah.
Menyusul kematian FAA, pihak keluarga merasa tidak mendapatkan pembelaan sebelumnya.
Editor : Bahana.