Namun kejadian kali ini, korban diserang dengan pipa plastik. Korban mengalami cidera serius dan menghadapi resiko kehilangan penglihatan.
Siswi yang menjadi korban tersebut berinisial MFN, 10. Lalu teman yang menyerangnya inisial SF, berusia 12 tahun.
Peristiwa tragis itu berlangsung saat jam istirahat sekolah.
Dari keterangan ayah korban, Ali Negara, di lansir dari JawaPos.com saat itu anaknya, MFN, sedang mengerjakan tugas sekolah selama jam istirahat, di dalam kelas.
Tiba-tiba SF masuk ke dalam kelas dan menyerang dengan mengayun-ayunkan pipa plastik.
"Pelaku juga mencari siapa yang jago di sini (di kelas, Red). Anak saya langsung menoleh ke samping, dan mata kanannya langsung tertusuk pipa plastik," ungkap Ali Negara menyayangkan perbuatan tersebut, Kamis (28/9/2023).
Akibat serangan itu, mata kanan anaknya terluka parah dan berdarah.
Korban langsung dilarikan ke RSUD Buton Selatan untuk mendapatkan perawatan medis. Sehari berikutnya korban dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Kota BauBau.
Guna mendapatkan perawatan intensif, korban dirujuk lagi ke Rumah Sakit Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar. Korban menjalani operasi mata.
Malangnya, meski sudah mendapatkan perawatan medis, korban didiagnosa mengalami kebutaan hingga mencapai 50 persen atau lebih permanen. Meski upaya penyembuhan dilakukan signifikan namun, peluang kesembuhan hingga pulih penuh masih belum pasti.
"Dokter mengatakan kemungkinan (anaknya, Red) akan menjalani dua kali operasi mata. Operasi kedua dijadwalkan Senin (2/10/2023) besok," katanya.
Sekalipun pihak sekolah gelah bertindak cepat dan membantu biaya pengobatan pihak korban. Begitu juga dari pihak pelaku yang juga siap bertanggung jawab atas kasus ini, namun keluarga korban tetap membawa kasus ini ke pihak berwajib.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Batauga, Polres Buton.
"Saat ini kasus masih tahap penyelidikan. Kami sedang memeriksa saksi-saksi, berkoordinasi dengan pihak sekolah dan keluarga korban," tandas Kapolsek Batauga Iptu Arman. (mel)