Bupati Gunungkidul Berburu Sandal Jadul yang Mulai Langka di Pasar Argosari

Dzika Fajar • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 11:53 WIB
SANDAL LEGEND: Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih membeli sandal Daimatu Bowling dan Boyo yang disebutnya mulai langka saat berkunjung ke Pasar Argosari, Jumat (2/10) - Dzika Fajar/Radar Jogja
SANDAL LEGEND: Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih membeli sandal Daimatu Bowling dan Boyo yang disebutnya mulai langka saat berkunjung ke Pasar Argosari, Jumat (2/10) - Dzika Fajar/Radar Jogja

GUNUNGKIDUL - Sandal kekinian dengan berbagai model dan merek berjejer di Pasar Argosari. Namun, perhatian Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih justru tertuju pada sandal jadul yang kini mulai sulit ditemukan.

Saat berkunjung ke Pasar Argosari, Jumat (2/10), Endah membeli sepasang sandal antik merek Daimatu Bowling dan sandal Boyo. Dua merek tersebut mengingatkannya pada masa ketika sandal tertentu menjadi bagian dari gaya hidup.

“Dulu kalau punya ini tandanya cowok atau cewek berkelas,” kenangnya.

Endah mengatakan sandal Daimatu Bowling memiliki daya tahan yang menjadi salah satu alasan produk tersebut berkesan baginya. Bahkan, menurut dia, ciri khas gambar bowling pada sandal masih dapat terlihat ketika bagian alasnya sudah menipis.

“Sandal ini awet. Bahkan jika habis ininya (alasnya), nanti gambar bowling-nya masih ada,” ujarnya.

Baca Juga: Efek TikTok dan Instagram pada Perubahan Tren Kuliner Anak Muda

Sandal Boyo juga tak luput dari perhatiannya. Endah menyebutnya sebagai salah satu sandal legendaris yang kini keberadaannya mulai tergerus zaman.

Ingatan Endah kemudian beralih pada iklan sandal Boyo yang pernah populer. Ia masih mengingat sosok yang menjadi bintang iklan produk tersebut.

“Dulu iklannya dibintangi oleh Nilla Sari, rocker idola kita,” ujarnya.

Bagi pedagang, keberadaan sandal-sandal lama seperti itu menjadi bagian dari barang yang masih dipertahankan di tengah perubahan pola belanja masyarakat. Safitri, salah seorang penjual sandal di Pasar Argosari, Safitri mengatakan penjualan saat ini tidak seramai dulu.

“Penjualan sandal sekarang sepi, Mas. Kalah sama online. Sekarang apa-apa kan bisa beli online,” katanya.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang kembali mengenal dan membeli produk pedagang pasar. Menurutnya, perhatian terhadap barang-barang yang mulai langka juga dapat membantu menghidupkan kembali perdagangan di pasar tradisional.(cr1)

Editor : Bahana.
sandal jadul sandal Boyo pasar argosari Endah Subekti Kuntariningsih Gunungkidul