GUNUNGKIDUL - Perselisihan antara Lurah Banjarejo Dwi Haryanto dengan PT Argenta Prasada Selaras selaku pengelola destinasi wisata Watu Bolong atau On The Rock, berakhir damai. Kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan itu melalui klarifikasi dan permohonan maaf.
Perdamaian berlangsung di Kalahari Resto, Wonosari, Sabtu (26/9). Dalam pertemuan itu, Dwi Haryanto menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Tarko Sudiarno selaku perwakilan manajemen On The Rock serta pihak PT Argenta yang diwakili kuasa hukum.
Persoalan sebelumnya mencuat setelah pernyataan Dwi saat peninjauan kawasan Watu Bolong dipersoalkan Tarko. Pernyataan itu berkaitan dengan lahan milik PT Argenta dan pembongkaran musala di kawasan wisata. Tarko kemudian melaporkan Dwi ke Polres Gunungkidul atas dugaan pencemaran nama baik.
Baca Juga: 630 Personel TNI-Polri Amankan Pilur Serentak Gunungkidul, 230 TPS Jadi Sasaran
Kuasa hukum Tarko, Sudarmono Siringo Ringo mengatakan, pihaknya menerima itikad baik Dwi untuk menyelesaikan persoalan itu. "Harapan kami ketika ini semua sudah sepakat kemudian bersalaman, maka untuk ke depannya kita bersama-sama bergandengan tangan untuk memajukan Gunungkidul," Katanya.
Salah satu poin kesepakatan yakni membuka kembali akses menuju kawasan wisata Watu Bolong secara resmi. Larangan memasuki area proyek juga dicabut. Haryanto menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan yang sebelumnya menimbulkan keberatan.
"Saya memohon maaf kepada Pak Tarko, kepada seluruh masyarakat dan PT Argenta atas kekhilafan saya pada saat cek lokasi di lapangan. Saya berharap permasalahan ini selesai dengan baik, bisa berjalan lagi beriringan," kata Haryanto.
Dia juga menyatakan seluruh tuntutan yang disampaikan Tarko Sudiarno dan PT Argenta disetujui. Haryanto menjelaskan, pernyataan yang sebelumnya menimbulkan persoalan merupakan pernyataan pribadi dan tidak mengatasnamakan jabatannya sebagai Lurah Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari.
Baca Juga: Jelang Hari Jadi ke-196, 200 Orang Bersihkan Kompleks Makam Bupati Pertama Gunungkidul
Sementara terkait persoalan musala, PT Argenta sebelumnya menjelaskan bangunan itu berdiri di atas tanah milik perusahaan dan dibangun untuk kepentingan warga pesisir. Seiring pengembangan kawasan wisata, musala dipindahkan ke lokasi lain yang dinilai lebih strategis.
Pihak manajemen On The Rock menyebut PT Argenta telah membangun dua musala di lokasi baru. Setelah seluruh persoalan diklarifikasi, Haryanto bersama Tarko dan pihak PT Argenta berjabat tangan. Kedua pihak sepakat mengakhiri perselisihan dan kembali membangun komunikasi.
Dengan dibukanya kembali akses dan dicabutnya larangan memasuki area proyek, kawasan Watu Bolong kini dapat kembali diakses. Kedua pihak berharap persoalan itu tidak berlanjut dan komunikasi ke depan dapat berjalan baik. (cr1/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja