Perpustakaan Melati dan TBM Gubug Pintar Gunungkidul, Jadi Ruang Belajar dan Wadah Aktivitas Warga

Dzika Fajar • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 06:00 WIB
PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN : Anggota Komisi D DPRD DIY Arif Setiadi (tengah) berbicara di depan peserta wisata pustaka di Balai Kalurahan Patuk, Gunungkidul, Kamis (24/9). (Dzika Fajar/Radar Jogja)
PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN : Anggota Komisi D DPRD DIY Arif Setiadi (tengah) berbicara di depan peserta wisata pustaka di Balai Kalurahan Patuk, Gunungkidul, Kamis (24/9). (Dzika Fajar/Radar Jogja)

 GUNUNGKIDUL - Kegiatan bertajuk wisata pustaka kembali diadakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY. Kali ini mengunjungi Perpustakaan Melati Kalurahan Patuk, Gunungkidul. Tahun lalu, 2025, perpustakaan yang dikelola Pemerintah Kalurahan Patuk ini meraih prestasi sebagai perpustakaan terbaik tingkat DIY. Selanjutnya, mewakili DIY maju dalam lomba ke tingkat nasional.

            “Walaupun sederhana, perpustakaan kami berhasil meraih juara dua nasional,” cerita Lurah Patuk Catur Bowo saat menerima kunjungan peserta Wisata Pustaka DPAD DIY di Balai Kalurahan Patuk, Kamis (24/9).

            Catur memaparkan Perpustakan Melati berdiri sejak 2013 lalu.  Kini memiliki tak kurang empat ribu koleksi buku berbagai jenis. Selama ini, aktivitas di perpustakaan bukan hanya berkaitan dengan membaca. Namun ada sejumlah kegiatan masyarakat. Di antaranya, seni tari, membatik, dan karawitan.

Baca Juga: Banyak Diminati, TRC Mas Jos Tolak 514 Permohonan Penjemputan Sampah dari Luar Kota Jogja

Semua diadakan di Perpustakaan Melati. Memperluas akses publik juga disediakan pojok baca di pos ronda, musala, dan lokasi strategis lainnya. “Layanan perpustakaan kami  didukung aplikasi e-library,” terang Catur.

Apa yang disampaikan Catur itu selaras dengan langkah DPAD DIY yang terus  mendorong perpustakaan kalurahan tidak sekadar menjadi tempat membaca. Perpustakaan diharapkan berkembang menjadi ruang belajar. “Sekaligus wadah aktivitas masyarakat,” ujar Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY Budiyono di sela acara.

Dikatakan, wisata pustaka ini merupakan kegiatan DPAD DIY yang didukung DPRD DIY. Bentuknya melalui kunjungan  pembelajaran ke perpustakaan kalurahan dan taman bacaan masyarakat (TBM). Peserta diajak melihat langsung pengelolaan perpustakaan kalurahan. Mulai dari koleksi, layanan hingga sarana dan prasarana yang mengacu pada standar nasional.

Baca Juga: 36 Kendaraan Tak Lolos Uji Emisi, Termasuk Kendaraan Dinas Pemkot jogja: Ini Faktor Penyebabnya!

Perpustakaan Melati menjadi lokasi pembelajaran karena telah terakreditasi nasional dengan predikat A. Dari kunjungan tersebut, peserta yang berasal dari para pengelola perpustakaan kalurahan dan TBM se-DIY dapat melihat praktik pengelolaan yang bisa diterapkan di daerahnya masing-masing. Perpustakaan kalurahan memiliki fungsi berbeda dengan perpustakaan sekolah.

Perpustakaan kalurahan harus dapat dimanfaatkan masyarakat lintas usia sebagai ruang pembelajaran sepanjang hayat. “Pada dasarnya kami memberikan edukasi ke masyarakat supaya tertarik dulu. Masalah membaca itu nomor dua,” lanjut Budiyono.

Ditambahkan, perpustakaan kalurahan juga perlu dikemas menarik agar masyarakat tidak hanya datang untuk membaca. Tapi memperoleh pengalaman belajar dan rekreasi. Konsep tersebut terlihat di Perpustakaan Melati.

 

Dalam wisata pustaka itu, Anggota Komisi D DPRD DIY Arif Setiadi juga menjadi narasumber. Dia mengatakan, DPRD dapat menjadi jembatan bagi kebutuhan pengembangan perpustakaan kalurahan. Ini karena dewan punya fungsi legislasi. Kepada peserta yang sebagian besar pengelola perpustakaan kalurahan dan TBM, Arif mengungkapkan, bila ada usulan bisa disampaikan melalui dirinya.

“Nanti kami teruskan ke dinas terkait untuk penganggaran program kegiatannya,” kata anggota dewan yang tinggal di Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul ini.

 Wisata pustaka diikuti 30 orang peserta. Setelah dari Perpustakaan Melati, kunjungan dilanjutkan ke TBM Gubug Pintar di Kalurahan Semanu, Gunungkidul. Salah satu peserta, Anisa Fitriyana mengatakan, wisata pustaka itu memberikan gambaran mengenai banyak hal tentang pengelolaan perpustakaan kalurahan.

Dia mengaku mendapatkan berbagai ilmu dan pengalaman. “Sangat baik. Kami bisa belajar mana yang bisa kami aplikasikan supaya perpustakaan kami bisa berkembang. Bukan hanya berkembang namun menarik bagi masyarakat,” katanya. (cr1/kus)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
TBM Gubug Pintar Wisata Pustaka Perpustakaan Melati DIY Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY