Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kali Pertama Digelar, Forum Saling Tukar Pengalaman Pengelola Perpustakaan

AK
TINGKATKAN LITERASI: Sebanyak 30 orang pengelola perpustakaan kalurahan dan TBM se-DIY mengikuti wisata pustaka ke Pustaka Desa Wukirsari, Imogiri, dan TBM Jembatan Edukasi Siluk, Bantul, kemarin (10/9). Aris Romadhon/Radar Jogja
TINGKATKAN LITERASI: Sebanyak 30 orang pengelola perpustakaan kalurahan dan TBM se-DIY mengikuti wisata pustaka ke Pustaka Desa Wukirsari, Imogiri, dan TBM Jembatan Edukasi Siluk, Bantul, kemarin (10/9). Aris Romadhon/Radar Jogja

Advertisement

 

BANTUL - Kegiatan bertajuk wisata pustaka digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY. Wisata pustaka diikuti 30 orang peserta. Mereka terdiri atas 15 pengelola perpustakaan kalurahan dan 15 pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) se-DIY. Ada dua lokasi yang dikunjungi. Pustaka Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul, dan TBM Jembatan Edukasi Siluk Bantul.

“Wisata pustaka ini baru berlangsung kali pertama diadakan,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY Zulfa Kurniawan di sela acara kemarin (10/9).

Dikatakan, wisata pustaka menjadi wadah saling berbagi pengalaman. Sekaligus melihat secara langsung pengelolaan perpustakaan yang telah berjalan dengan baik. Kedua lokasi yang dikunjungi pernah meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional. Selain itu, wisata pustaka juga menjadi bagian dari upaya menjaring daftar inventaris masalah (DIM) terkait pengelolaan perpustakaan di tingkat kalurahan dan TBM.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama Komisi D DPRD DIY. Keterlibatan dewan ini menjadi ruang bagi para pengelola perpustakaan menyampaikan aspirasi, masukan, dan berbagai persoalan yang mereka hadapi. “Khususnya dalam mengelola perpustakaan di masing-masing wilayah,” tandas Zulfa.

Advertisement

Diakui, masih terdapat kesenjangan dalam pengelolaan perpustakaan di DIY. Karena itu, pengelola perpustakaan yang sudah berjalan baik dipertemukan dengan pengelola dari wilayah lain.  Harapannya terjadi pertukaran pengalaman dan pengetahuan di antara mereka.

Zulfa menilai, pengelolaan perpustakaan kalurahan dan TBM merupakan garda terdepan karena berhubungan langsung dengan masyarakat. Penguatan terhadap fasilitas dan pengelolaannya dinilai penting untuk mendorong budaya literasi. Rendahnya minat baca masyarakat tak selalu berhubungan dengan rendahnya kemauan membaca. Kondisi fasilitas, akses, hingga ketersediaan koleksi buku juga dapat memengaruhi minat masyarakat datang.

Dia berharap persoalan literasi tidak berhenti dengan menyalahkan minat baca masyarakat. Tapi juga mendorong perbaikan fasilitas dan kegiatan perpustakaan agar menjadi ruang alternatif yang menarik. Ke depan, DPAD DIY berencana kegiatan wisata pustaka diperluas ke wilayah Sleman, Kulon Progo dan Kota Yogyakarta. "Banyak perpustakaan maupun TBM yang sudah dikelola baik sehingga bisa kemudian dikunjungi," ujar Zulfa.

Menyambut kunjungan peserta Wisata Pustaka, Lurah Wukirsari Susilo Hapsoro mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, pertemuan antarpengelola perpustakaan menjadi kesempatan saling bertukar pengalaman. "Kita bisa sharing-sharing bersama. Bisa menyampaikan unek-unek  kepada ibu anggota dewan dewan," ujar Susilo.

Dewan yang dimaksud Susilo tak lain Anggota Komisi D DPRD DIY Tustiyani yang hadir di lokasi. Menanggapi itu, Tustiyani mengatakan, acara tersebut  menjadi kesempatan bagi dirinya mendengarkan aspirasi para pengelola perpustakaan dari kabupaten dan kota se-DIY.

Advertisement
Editor : Winda Atika Ira Puspita
Sumber : Radar Jogja
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gemilang Fest Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Publik, Literasi Tak Cukup Sekadar Baca Buku

Gemilang Fest Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Publik, Literasi Tak Cukup Sekadar Baca Buku

Pemkab mengadakan Gemilang Fest 2026 di kantor Disperpusip, 7-10 September.Gemilang Fest Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Publik, Literasi Tak Cukup Sekadar Baca Buku

Buku Datang ke Sekolah, Fiksi Jadi Favorit Siswa: Perpustakaan Keliling Perluas Akses Sumber Belajar

Buku Datang ke Sekolah, Fiksi Jadi Favorit Siswa: Perpustakaan Keliling Perluas Akses Sumber Belajar

Jauh dari perpustakaan daerah tak lagi menjadi alasan siswa di pelosok Gunungkidul kesulitan mendapatkan bacaan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul menyasar sekolah-sekolah yang sulit menjangkau ..

Jadi Magnet Baru, Bazar Buku Murah Turut Dongkrak Kunjungan Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul

Jadi Magnet Baru, Bazar Buku Murah Turut Dongkrak Kunjungan Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul

Harga buku mulai Rp 6.000 membuat bazar buku murah di Perpustakaan Umum Bantul menjadi magnet baru bagi masyarakat. Tak hanya mendorong minat beli buku, kegiatan tersebut juga ikut mendongkrak kunjungan ke gedung ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer