GUNUNGKIDUL - Distribusi air bersih di Gunungkidul memasuki skema baru setelah jatah 800 tangki yang bersumber dari APBD Murni 2026 habis. Pemerintah kini membagi penanganan antara armada BPBD dan penyedia pihak ketiga untuk menjaga dropping tetap berjalan hingga akhir November.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, skema tersebut mulai berjalan setelah BTT sebesar Rp1,3 miliar dicairkan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul pada 14 September. Anggaran itu sudah digunakan untuk distribusi sejak 16 September.
"Sudah cair dan sudah digunakan sejak tanggal 16 September 2026," kata Purwono saat dihubungi Kamis (17/9).
Baca Juga: Disdikpora DIY Dalami Dugaan Intimidasi Siswa SMAN 1 Sentolo, Terjunkan Tim Ini
Pada skema baru tersebut, BPBD menangani sekitar 800 tangki, sedangkan sekitar 4.300 tangki lainnya direncanakan disalurkan melalui pihak ketiga. Dengan pembagian tersebut, kapasitas distribusi ditargetkan mencapai 32 hingga 40 tangki per hari.
"Sudah mulai distribusi dropping di Purwosari, Panggang, Saptosari," ujarnya.
Purwono memperkirakan dukungan anggaran tersebut dapat menopang kebutuhan dropping hingga akhir November. Namun, realisasi distribusi tetap mengikuti kondisi di lapangan.
Baca Juga: Vienna Botanical Living, Nuansa Taman Eropa di Tengah Kota Medan
Ketua Tim Kerja Logistik dan Peralatan Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Arif Prasetyo mengatakan, distribusi tidak dilakukan dengan jumlah yang sama untuk setiap wilayah. Pengiriman akan diarahkan berdasarkan kebutuhan, terutama kapanewon yang anggaran penanganan sebelumnya telah habis.
Pada tahap awal skema baru, BPBD baru menyalurkan sekitar 25 tangki. Jumlah tersebut masih terbatas karena armada untuk mendukung distribusi baru mulai tersedia. "25 karena rit (tangki) baru kemarin," ujarnya.
Selain anggaran pemerintah, pelaksanaan dropping juga terbantu oleh bantuan dari masyarakat. Arif menyebut dukungan tersebut turut menopang pemenuhan kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
Baca Juga: Selesaikan Aduan Warga dan Edukasi Cegah Kebakaran, Tiga Pilar Wirogunan Jogja Sambang Lingkungan
"Insyaallah cukup karena terbantu donasi ke masyarakat yang banyak," katanya.
Dengan skema tersebut, BPBD tidak hanya melanjutkan dropping menggunakan armada sendiri, tetapi juga memperluas distribusi melalui pihak ketiga. Pola ini digunakan untuk menjaga pasokan air di wilayah yang kebutuhan dropping-nya masih tinggi setelah alokasi 800 tangki APBD Murni terserap seluruhnya.(cr1)
Editor : Heru Pratomo