Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pamsimas Mengering, Warga Padukuan Papak Kini Bergantung Droping Ari Bersih

A
Penulis: Anom Bagaskoro❯
KRISIS AIR: Warga Papak, Kalirejo, Kokap, Kulon Progo mengambil air bersih bantuan dari SAR Sigap untuk kebutuhan sehari-hari Rabu (2/9). (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
KRISIS AIR: Warga Papak, Kalirejo, Kokap, Kulon Progo mengambil air bersih bantuan dari SAR Sigap untuk kebutuhan sehari-hari Rabu (2/9). (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

Advertisement

KULON PROGO - Krisis air bersih mulai dirasakan warga Padukuhan Papak, Kalirejo, Kokap, Kulon Progo. Sumber air dari penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) yang selama ini menjadi andalan warga mulai mengering. Kini, sekitar 12 kepala keluarga bergantung pada bantuan droping air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga Padukuhan Papak Wahyu Ismadi mengatakan, dampak kemarau mulai terasa sejak awal Juli. Tampungan air dan sumur warga mulai menyusut. Kondisi tersebut masih terbantu dengan layanan pamsimas yang selama ini digunakan warga.

“Sebenarnya air bersih dari sumur masih bisa diambil, tapi harus menunggu empat hari agar debitnya cukup,” ujar Ismadi Rabu (2/9).

Menurutnya, sebagian besar sumur warga memiliki kedalaman dangkal. Saat kemarau, debit air cepat menyusut dan membutuhkan waktu empat hingga tujuh hari untuk kembali terisi. Selama itu, warga mengandalkan pamsimas untuk memenuhi kebutuhan air.

Namun, kondisi berubah pada akhir Agustus. Debit air Pamsimas terus mengecil hingga distribusi ke rumah warga akhirnya terputus. Akibatnya, kebutuhan air bersih untuk masak hingga sanitasi 12 KK terganggu.

Advertisement

Warga pun terpaksa mengandalkan distribusi air bersih. “Sudah dua kali ini menerima droping air bersih, kalau tidak dari droping mau mencari air ke mana,” ungkapnya.

Ismadi mengaku terus mengusulkan bantuan droping karena kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas keluarga. Warga berkoordinasi dengan relawan maupun instansi setempat agar distribusi air dapat dilakukan.

Satu tangki berkapasitas 5.000 liter setidaknya mampu memenuhi kebutuhan air KK terdampak selama tiga hingga empat hari. Namun, kebutuhan tersebut harus kembali dipenuhi apabila pasokan air belum tersedia.

Ketua Umum SAR Sigap Kulon Progo Sulistyawan mengatakan, di Kalurahan Kalirejo, distribusi air bersih telah dilakukan selama dua pekan terakhir. Permintaan bantuan juga terus berdatangan dari sejumlah wilayah. “Berangsur-angsur, permintaan droping air bersih memang banyak masuk,” ungkapnya. (gas/eno)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Selama Agustus, 33 Ribu Jiwa Warga Kebumen Bergantung Droping Air Bersih

Selama Agustus, 33 Ribu Jiwa Warga Kebumen Bergantung Droping Air Bersih

 Armada BPBD Kebumen mengangkut bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Karanggayam. (Dokumentasi BPBD Kebumen)

Atasi Dampak Kemarau, Astra Motor Yogyakarta Salurkan Bantuan 20 Tangki Air Bersih ke Gunungkidul

Atasi Dampak Kemarau, Astra Motor Yogyakarta Salurkan Bantuan 20 Tangki Air Bersih ke Gunungkidul

Musim kemarau yang kerap melanda sebagian wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Kabupaten Gunungkidul, selalu menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pasokan air sehari-hari.

Air Bersih 15 Ribu Liter Per Hari untuk 1.000 Penyintas Gempa Nagekeo, NTT Disalurkan Selama 60 Hari

Air Bersih 15 Ribu Liter Per Hari untuk 1.000 Penyintas Gempa Nagekeo, NTT Disalurkan Selama 60 Hari

Kebutuhan air bersih menjadi salah satu persoalan mendesak yang dihadapi warga terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 15.000 liter air bersih per hari mulai disalurkan ke sejumlah posko ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer