GUNUNGKIDUL - Pemkab Gunungkidul menyiapkan perluasan pembayaran tiket wisata secara nontunai ke lima Tempat Pemungutan Retribusi (TPR). Langkah ini dilakukan setelah penerapan cashless di TPR Baron dievaluasi dan dinilai berjalan cukup baik, meski masih ada wisatawan yang belum siap bertransaksi nontunai.
Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul Eko Nur Cahyo mengatakan, perluasan tersebut setelah hasil evaluasi penerapan sistem cashless di TPR Baron, Kemadang, Tanjugnsari berjalan baik sejak Mei lalu. Namun, pemkab masih menyiapkan infrastruktur dan menggandeng perbankan sebelum perluasan sistem tersebut diterapkan.
“Secara umum berjalan dengan baik, walaupun ada sedikit kendala dari wisatawan,” katanya kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).
Baca Juga: Kasus Korupsi HGB di ATR/BPN Libatkan Mantan Bupati Kebumen, Dinilai Buntut Abuse of Power
Eko menjelaskan, dari evaluasi tersebut, sebagian besar wisatawan dinilai sudah mampu mengikuti mekanisme pembayaran nontunai. Namun, masih terdapat pengunjung yang belum siap menggunakan transaksi cashless. Kondisi itu menjadi salah satu hal yang diperhitungkan sebelum sistem diperluas. Pemkab tidak ingin perubahan mekanisme pembayaran justru menyulitkan wisatawan ketika diterapkan di TPR lainnya.
Adapun, lima TPR tersebut meliputi TPR Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), TPR Banjarejo, TPR Pulegundes, TPR Ngestirejo, dan TPR Nglanggeran. Empat di antaranya merupakan TPR kawasan pantai, sedangkan satu berada di kawasan wisata Nglanggeran.
Eko menyebut, persiapan perluasan saat ini masih berjalan. Salah satunya memastikan sarana pendukung pembayaran tersedia di TPR yang akan menerapkan sistem tersebut. Pemkab juga menyiapkan skema bersama perbankan untuk mengantisipasi wisatawan yang belum dapat melakukan pembayaran secara nontunai. Dengan demikian, persoalan kesiapan pengunjung diharapkan tidak menjadi hambatan ketika sistem diberlakukan.
Baca Juga: Puskesmas Temon 2 Lakukan Penelusuran Gejala usai Kasus Keracunan MBG di MTs Maarif
Sementara itu, instansi ini juga mulai menyampaikan rencana perubahan mekanisme pembayaran melalui media sosial. Informasi tersebut ditujukan agar wisatawan mengetahui sistem pembayaran yang akan digunakan sebelum berkunjung.(cr1/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita