GUNUNGKIDUL - Jembatan Garuda di Padukuhan Gatak, Kapanewon Wonosari, sudah selesai dibangun.
Namun keberadaan akses baru tersebut belum membuat warga meninggalkan jembatan lama untuk menyeberangi Kali Oya.
Dua jembatan itu berada berdekatan.
Jembatan Garuda berada di sisi barat dan posisinya lebih tinggi, sedangkan jembatan lama berada di sisi timur dengan jalur yang lebih rendah.
Baca Juga: Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar di Liga Eropa, Update Tim, Starting XI dan Skor Akhir
Bagi sebagian warga, jembatan lama masih terasa lebih praktis.
Akses menuju Jembatan Garuda harus melewati tanjakan.
Kekhawatiran terhadap konstruksi jembatan baru juga membuat sejumlah warga belum berani menggunakannya.
Aris Munandar warga Nglipar mengatakan, kondisi konstruksi menjadi salah satu pertimbangan warga.
"Warga juga takut dengan struktur jembatannya yang pakai kayu. Apalagi kemarin ada yang viral, baru peresmian langsung putus," katanya saat ditemui setelah melintasi jembatan lama, Rabu (16/9/2026).
Baca Juga: Derby DIY PSIM vs PSS Belum Pasti Digelar dengan Penonton, Polda Masih Kaji Keamanan
Kekhawatiran serupa disampaikan Wasiyem, warga Gatak.
Selain persoalan akses, dia merasa kurang nyaman ketika jembatan baru dilintasi.
"Kalau lewat atas nanjak dan sedikit lebih jauh," ujarnya.
Dia juga mempertimbangkan kondisi ketika harus membawa barang.
"Kalau dilewati jembatannya goyang, jadi ya takut kalau mau lewat. Apalagi kalau bawa banyak barang seperti hasil pertanian atau rumput," lanjutnya.
Dukuh Gatak Kelik Nugraha mengatakan, sebagian warga memang masih enggan menggunakan jembatan baru.
"Karena beberapa ada yang nggak berani memang. Orang tua banyak yang lewat situ (jembatan bawah)," katanya.
Baca Juga: Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs Celje di Liga Eropa, Update Tim, Starting XI dan Skor Akhir
Meski belum menjadi pilihan utama, Kelik menilai keberadaan Jembatan Garuda tetap dibutuhkan.
Sebab, fungsi akses tersebut baru akan terasa ketika debit Kali Oya meningkat dan jembatan lama tidak lagi dapat digunakan.
Menurut Kelik, sebelum ada Jembatan Garuda, warga Gatak yang hendak beraktivitas sat musim hujan di seberang Kali Oya harus mengambil jalur memutar menuju Nglipar ketika jembatan lama tidak dapat dilalui.
Jembatan tersebut sebelumnya diresmikan pada Kamis (13/8/2026) bersama ribuan jembatan lainnya dalam program pembangunan pemerintah pusat.
Jembatan Garuda menjadi akses penghubung wilayah Wonosari dan Nglipar. (cr1)
Editor : Meitika Candra Lantiva