Bupat Endah Sebut Ketekunan Perawat Bonsai Mirip Karakter Warga Gunungkidul

Dzika Fajar • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 05:06 WIB
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama jajaran meninjau koleksi bonsai dalam Handayani Bonsai Festival II di Lapangan Kasatriyan, Wonosari.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama jajaran meninjau koleksi bonsai dalam Handayani Bonsai Festival II di Lapangan Kasatriyan, Wonosari.

 

GUNUNGKIDUL - Persaingan bonsai di Gunungkidul tak sekadar mempertemukan pehobi tanaman hias. Sebanyak 647 bonsai dari berbagai daerah di Indonesia dibawa ke Wonosari untuk dinilai dalam Handayani Bonsai Festival II, di Lapangan Kasatriyan, Wonosari, pada 29 Agustus hingga 9 September 2026.

Peserta datang dari berbagai daerah, mulai Jambi hingga Manado. Seluruh bonsai tersebut terbagi dalam empat kelas kompetisi, yakni bahan, pratama, madya, dan utama. 

Dari jumlah tersebut, sembilan bonsai asal Gunungkidul berhasil masuk kelas madya dan utama. Keduanya merupakan kelas yang mempertemukan bonsai dengan tingkat kualitas lebih tinggi dibanding kelas bahan dan pratama.

Baca Juga: Wisatawan Naik, Okupansi Hotel Malah Turun, Dispar DIY Siapkan Event untuk Perpanjang Masa Tinggal

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menilai ketekunan dalam merawat bonsai memiliki kemiripan dengan karakter masyarakat Gunungkidul yang terbiasa menghadapi keterbatasan alam.

“Seperti akar bonsai yang tetap kuat dan indah meski dalam keterbatasan, begitulah filosofi hidup kami,” ujarnya, Minggu (6/9).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono mengatakan, Wonosari dipilih dengan mempertimbangkan kondisi tanaman.

Baca Juga: Tangani Sampah Kali Code dari Hulu, Trash Barrier Bakal Dipasang di Kabupaten Sleman

Bonsai cukup sensitif terhadap perubahan lingkungan sehingga lokasi penyelenggaraan tidak bisa dipilih semata berdasarkan pertimbangan keramaian atau daya tarik wisata. “Karakter bonsai sangat peka terhadap perubahan cuaca sehingga kami memilih Wonosari yang lebih mendukung,” kata Hary.

Handayani Bonsai Festival II sekaligus digelar bertepatan dengan HUT ke-47 PPBI. Perkembangan bonsai yang kini masuk ke ranah kompetisi dan ekonomi kreatif menunjukkan perubahan cara tanaman tersebut dipandang.

Dari sekadar tanaman hias dan hobi, bonsai berkembang menjadi objek yang memiliki nilai artistik dan diperlombakan berdasarkan kualitas bentuk serta perawatannya. (cr1/pra)

Editor : Heru Pratomo
Bupati Gunungkidul Endah Subekti wonosari Gunungkidul Bonsai Handayani