Dana Desa Kena Efisiensi, Linmas Ngawis Gunungkidul Cukupi Kekurangan dengan Bertani

Dzika Fajar • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:23 WIB
Anggota Linmas Kalurahan Ngawis menyiapkan lahan seluas satu hektare untuk pengembangan hortikultura.

 
Anggota Linmas Kalurahan Ngawis menyiapkan lahan seluas satu hektare untuk pengembangan hortikultura.  

 

 

Seragam hijau tua identik dengan anggota perlindungan masyarakat (Linmas)  yang berjaga ketika ada kegiatan masyarakat. Namun, anggota linmas Kalurahan Ngawis, Kapanewon Karangmojo, punya kesibukan lain. Mereka turun ke lahan pertanian dan mengembangkan kelompok hortikultura.

Sebanyak 30 anggota linmas dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka akan mengelola lahan seluas satu hektare untuk budidaya pepaya.

Gagasan ini digagas Jogoboyo Kalurahan Ngawis, Rinda Trisnanta, dengan memanfaatkan potensi pertanian yang sudah lekat dengan kehidupan masyarakat setempat.“Kami prioritaskan kepada usia-usia produktif,” kata Rinda.

Baca Juga: Tanpa Kemenangan di Lima Laga Terakhir, Inter Miami Tunjuk Kily Gonzalez Sebagai Nahkoda Anyar

Lahan yang digunakan merupakan tanah hak Rinda sebagai Jogoboyo. Menariknya, pengelolaan awal lahan tersebut dibiayai menggunakan dana pribadi Rinda.

 Ia memilih membuka lahan tersebut untuk dikelola bersama anggota linmas sebagai kegiatan produktif. “Karena masyarakat di sini kebanyakan petani, kami dorong untuk bertani,” ujarnya.

Bukan hanya menyediakan lahan, Rinda juga mencari dukungan untuk memastikan kegiatan tersebut memiliki pola pengelolaan yang jelas.

Baca Juga: 99 Persen Tercacah, Sensus Ekonomi Gunungkidul Dikebut

Salah satu pengusaha diajak bekerja sama untuk mendukung kebutuhan pertanian, mulai dari penyediaan bibit dan pupuk, pendampingan perawatan hingga pemasaran hasil panen.“Ada salah satu pengusaha yang berbaik hati untuk menjalin kerja sama,” katanya.

Bagi Rinda, pertanian dipilih bukan semata karena bisa menghasilkan uang. Ada tujuan lain yang ingin dibangun, yakni mengajak masyarakat melihat ketahanan pangan dari lingkungan sendiri.“Melalui wadah linmas ini kami berinisiatif untuk bergerak dalam bidang pertanian,” ujarnya.

Ia menyebut pengembangan hortikultura oleh kelompok linmas menjadi sesuatu yang cukup jarang ditemui. Selama ini, linmas lebih dikenal karena perannya dalam membantu pengamanan dan perlindungan masyarakat. Di Ngawis, peran tersebut coba diperluas dengan mengajak anggotanya terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif.

Baca Juga: Festival Mustika Rasa Hadir di Jogja, Hasto Wardoyo Ajak Warga Nikmati Warisan Kuliner Bung Karno

Langkah itu sekaligus menjadi cara Rinda menyiasati keterbatasan dukungan anggaran untuk Linmas. Menurut dia, biaya operasional yang tersedia belum cukup untuk memberikan kesejahteraan maupun memenuhi seluruh kebutuhan anggota.

Namun, keterbatasan tersebut tidak ingin dijadikan alasan untuk pasif.  “Dengan keterbatasan anggaran negara, dengan Dana Desa yang minim, kami harus memutar otak untuk mensejahterakan masyarakat kami, khususnya linmas,” tuturnya.

Lurah Ngawis Anjar Kurniawan mengatakan pemerintah kalurahan mendukung penuh inisiatif tersebut. Salah satu alasannya karena pertanian memang menjadi potensi yang cukup kuat di Ngawis.

Baca Juga: Atasi Dampak Kemarau, Astra Motor Yogyakarta Salurkan Bantuan 20 Tangki Air Bersih ke Gunungkidul

“Di sini itu pertanian banyak yang berhasil, maka kita fasilitasi melalui inisiatif dari jogoboyo,” kata Anjar.

Menurut Anjar, keterbatasan anggaran desa membuat pemerintah kalurahan harus semakin kreatif dalam mengembangkan kegiatan masyarakat. Dana Desa tidak selalu mampu memenuhi seluruh kebutuhan operasional maupun kegiatan warga.

“Saya enggak nyangka kalau Dana Desa itu tidak cukup bahkan untuk operasional dan kegiatan masyarakat Kalurahan Ngawis,” ujarnya. (cr1/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
ngawis Gunungkidul linmas Karangmojo dana desa