Polres Gunungkidul Usut Pembakaran MI YAPPI Natah, 109 Siswa Mengungsi dengan Belajar di Tiga Lokasi

Dzika Fajar • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:03 WIB
USUST TEROR: Garis polisi yang sebelumnya terpasang di sejumlah sisi sekolah mulai dilepas. Pihak sekolah juga mulai membersihkan bagian gedung yang telah diperbolehkan untuk dibersihkan. Namun garis polisi masih terpasang di area dekat musala. (Foto: Dzika Fajar/Radar Jogja)
USUST TEROR: Garis polisi yang sebelumnya terpasang di sejumlah sisi sekolah mulai dilepas. Pihak sekolah juga mulai membersihkan bagian gedung yang telah diperbolehkan untuk dibersihkan. Namun garis polisi masih terpasang di area dekat musala. (Foto: Dzika Fajar/Radar Jogja)

GUNUNGKIDUL - Aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) YAPPI Natah, Kapanewon Nglipar, mulai berangsur normal. Sejumlah bagian sekolah yang sebelumnya dipasangi garis polisi dibersihkan. Hanya area dekat musala yang menjadi lokasi kebakaran masih disterilkan.

Pantauan Radar Jogja, garis polisi yang sebelumnya terpasang di sejumlah sisi sekolah mulai dilepas. Pihak sekolah juga mulai membersihkan bagian gedung yang telah diperbolehkan untuk dibersihkan. Namun garis polisi masih terpasang di area dekat musala.

Kepala Sekolah MI YAPPI Natah Dedy Irawan mengatakan, pembersihan dilakukan setelah pihak sekolah mendapat izin. Sementara area yang menjadi lokasi kejadian, masih dibiarkan karena berkaitan dengan proses penyelidikan.

"Tadinya semua sisi dipasang police line, kini sudah boleh dibersihkan. Tapi bagian dekat musala yang merupakan tempat kejadian, masih dipasang garis polisi,” kata Dedy saat ditemui di sekolah, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Dua Rumah di Kelurahan Sorosutan Kota Jogja Retak akibat Gempa Bumi Kamis Sore

Meski gedung sekolah belum sepenuhnya dapat digunakan, KBM 109 siswa tetap berlangsung. Untuk sementara mereka belajar di tiga lokasi yang berada tidak jauh dari sekolah, yakni Masjid Arohma, Musala Al Azmi, dan Balai Padukuhan Blembeman 1.

Masing-masing lokasi digunakan siswa dari dua kelas. Pemindahan kegiatan belajar mengajar dilakukan setelah sekolah berkoordinasi dengan komite sekolah, kalurahan, dan kementerian agama. "Hari ini pelayanan pendidikan proses belajar mengajar kita mengambil di tiga tempat,” ujarnya.

Sebelumnya, MI YAPPI Natah diduga menjadi sasaran teror berupa pembakaran oleh orang tidak dikenal pada Rabu (19/8/2026) pagi. Kejadian itu kali pertama diketahui penjaga sekolah sekitar pukul 06.00 saat membuka pintu sekolah.

Baca Juga: Gamelan Pusaka Keraton Jogja Dibunyikan Sepanjang Kirab Miyos Gangsa Menuju Masjid Gedhe

Saat memeriksa kondisi sekolah, ditemukan bekas penyiraman solar di sejumlah bagian. Bekas kebakaran terlihat di area dapur hingga bagian atap. Bahkan kayu atap yang terbakar sempat jatuh dan menimpa asbes ruangan.

Bekas ceceran solar juga ditemukan di beberapa titik lain, termasuk bagian belakang sekolah dan ruang kelas berbentuk leter L. Pihak sekolah turut menemukan kertas yang ditata di depan ruang kelas dan diduga sengaja diletakkan.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Petugas Inafis bersama Polsek Nglipar juga telah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. "Kami sudah melaporkan ini ke Polres. Inafis dan Polsek juga sudah ke sini,” ungkap Dedy.

Baca Juga: Van Gastel Siap Buka Jalan bagi Talenta Muda PSIM Jogja ke Tim Senior: Ada Masa Depan  untuk Mereka

Kasi Humas Polres Gunungkidul Iptu Tukiran mengatakan, laporan resmi dari pihak sekolah telah diterima Unit Reskrim Polres Gunungkidul. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini.

"Perkembangan saat ini, pihak MI sudah membuat laporan resmi ke Unit Reskrim Polres Gunungkidul,” kata Tukiran. Penyidik juga masih meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk guru MI yang kali pertama mengetahui kejadian ini.

Dikatakan, masih dilakukan pendalaman terhadap kasus ini.  Hingga Kamis (20/8/2026), polisi belum mengungkap dugaan pelakunya maupun motif teror berupa pembakaran ini. Sementara proses belajar mengajar tetap berjalan di tiga lokasi sementara, sembari menunggu gedung sekolah dapat digunakan kembali. (cr1/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
teror pembakaran YAPPI Natah Polsek Nglipar solar madrasah ibtidaiyah