GUNUNGKIDUL - Sebanyak 128,91 ton benih jagung hibrida dari program bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 akan disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Gunungkidul. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi lahan seluas 8.594 hektare.
Penyaluran dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada September mendatang. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul turut melakukan pendampingan untuk memastikan bantuan diterima kelompok tani sesuai dengan calon penerima dan calon lokasi (CPCL) yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Enam Jukir Liar Dipanggil Dishub Bantul, Berdalih Hanya untuk Membantu
Pengawas Benih Tanaman (PBT) Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Danang Sutopo mengatakan, bantuan tersebut masih dalam proses penyaluran. Menurutnya, proses penyaluran ditargetkan selesai pada September 2026. “Bantuan tersebut nantinya diterima kelompok tani yang telah masuk dalam daftar penerima sesuai CPCL,” bebernya Selasa (18/8).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi menjelaskan, pemerintah daerah berperan dalam mengusulkan calon penerima dan calon lahan. Sementara anggaran pengadaan benih berasal dari pemerintah pusat.
“Kalau anggaran benih dari pusat kita hanya mengusulkan, calon kelompok tani, calon penerima dan calon lahan,” ujarnya saat ditemui di kantornya.
Baca Juga: Siswa Laki-laki di Sleman Kini Jadi Sasaran Vaksin HPV, Tak Lagi Hanya Perempuan
Rismiyadi mengatakan, sebagian benih telah didroping dan penyalurannya akan dilakukan secara bertahap. “Kemarin memang sudah melakukan droping yang nantinya akan dilaksanakan secara bertahap,” ujarnya.
Dalam proses tersebut, dinas pertanian dan pangan bersama penyuluh pertanian serta PBT melakukan pendampingan di lapangan. Pemeriksaan tidak hanya menyangkut kesesuaian penerima, tetapi juga kondisi benih sebelum diserahkan kepada kelompok tani.
Pemeriksaan dilakukan terhadap dokumen serah terima serta kondisi fisik kemasan untuk memastikan benih sesuai standar. Penyuluh juga memberikan pendampingan teknis kepada petani, mulai dari pola dan jarak tanam hingga pemupukan. (cr1)
Editor : Sevtia Eka Novarita