GUNUNGKIDUL - Sistem pembayaran non-tunai penuh di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Baron masih menemui kendala. Seorang rombongan wisatawan yang datang menggunakan bus bahkan sempat tertahan di pintu masuk karena seluruh anggotanya hanya membawa uang tunai.
Peristiwa itu terjadi Senin (17/8). Berdasarkan pantauan Radar Jogja, rombongan tersebut tidak memiliki QRIS maupun kartu uang elektronik (e-money) untuk membayar retribusi masuk kawasan wisata.
Koordinator TPR Baron Slamet Widodo mengatakan petugas kemudian mengarahkan salah satu perwakilan rombongan ke TPR Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang masih menyediakan pembayaran secara tunai. Salah satu perwakilan rombongan diantar petugas menuju TPR JJLS untuk melakukan pembayaran. Setelah transaksi selesai, rombongan tersebut dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan Pantai Baron.
Baca Juga: Enam Jukir Liar Dipanggil Dishub Bantul, Berdalih Hanya untuk Membantu
Menurut Slamet, kendala serupa masih berpotensi terjadi. Terutama bagi wisatawan yang belum terbiasa menggunakan pembayaran digital. "Kendalanya ya kalau ada pengunjung yang tua dan nggak paham teknologi akhirnya nggak bisa masuk sini," katanya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, pengelola TPR Baron telah menyampaikan persoalan itu kepada Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Gunungkidul. Salah satu solusi yang diusulkan ialah menyediakan fasilitas pengisian saldo atau top up di sekitar TPR.
Dengan fasilitas tersebut, wisatawan yang menggunakan kartu uang elektronik tetapi saldonya tidak mencukupi dapat langsung melakukan pengisian tanpa harus mencari lokasi lain. "Supaya pengunjung bisa top up di TPR Baron," jelas Slamet.
Baca Juga: Ribuan Lilin Menyala di TMPN Kusumanegara Jogja, Peringati HUT Kemerdekaan RI
Sementara itu, Kepala Disparekrafpora Kabupaten Gunungkidul Hary Sukmono menyebut, penerapan sistem pembayaran non-tunai di TPR Baron berlaku sejak 12 Mei 2026. Namun, wisatawan yang belum memiliki fasilitas pembayaran digital masih dapat menggunakan pintu masuk lain yang melayani pembayaran tunai. "Alternatifnya selama ini ya masuk melalui pintu yang masih menerima cash," ujar Hary saat ditemui di kantornya Selasa (18/8). (cr1/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita