GUNUNGKIDUL – Sebanyak lima kalurahan di Kabupaten Gunungkidul akan menerima Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Tahun Anggaran 2026.
Program yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut diharapkan mampu memperluas akses air bersih sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan dan pengelolaan sarana air minum.
Lima kalurahan penerima program yakni Kalurahan Tegalrejo, Semoyo, Giripurwo, Pundungsari, dan Bejiharjo.
Masing-masing kalurahan memperoleh alokasi dana sebesar Rp 500 juta yang disalurkan ke rekening Kelompok Masyarakat (POKMAS) sebagai pelaksana kegiatan pembangunan.
Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bapperida Kabupaten Gunungkidul Octavianta Raharja mengatakan, kelima kalurahan tersebut telah melalui proses seleksi dan dinilai memenuhi kriteria untuk menerima program.
"Sudah ada lima kalurahan yang dipilih dan dianggap mampu melaksanakan program ini," ujarnya saat ditemui di Kantor Bapperida Gunungkidul, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, skema PAMSIMAS dirancang agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat langsung dalam pelaksanaan pembangunan.
Karena itu, dana bantuan disalurkan kepada POKMAS yang dibentuk di masing-masing kalurahan.
Octavianta menjelaskan, setiap POKMAS beranggotakan sekitar delapan hingga sepuluh orang dengan keterwakilan perempuan minimal 30 persen.
Selain menjadi pelaksana pembangunan, POKMAS juga berperan sebagai mitra pemerintah dalam mengawal pelaksanaan program di tingkat masyarakat.
"Tujuannya supaya masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap apa yang dibangun. Berbeda jika masyarakat hanya menerima hasilnya saja," katanya.
Ia menambahkan, pemerintah telah melakukan sosialisasi kepada kalurahan penerima.
Saat ini, POKMAS di masing-masing kalurahan juga telah membuka rekening sebagai bagian dari persiapan penyaluran dana dan pelaksanaan kegiatan.
Program PAMSIMAS mengedepankan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Selain dukungan pendanaan dari pemerintah pusat, masyarakat juga berpartisipasi melalui swadaya sesuai ketentuan program sehingga sarana air minum yang dibangun dapat dikelola secara berkelanjutan.
Baca Juga: Spanyol Juara Dunia, Nobar di Stasiun Tugu Jogja Disambut Sorak Penonton
Octavianta berharap cakupan PAMSIMAS di Gunungkidul dapat terus bertambah mengingat kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah masih cukup tinggi.
"Harapan kami program ini bisa terus bertambah karena kebutuhan air di Gunungkidul masih sangat besar. Di tengah keterbatasan anggaran APBD akibat efisiensi, intervensi pemerintah pusat sangat dibutuhkan, terutama untuk pembangunan sarana yang mampu mengangkat air dari dalam tanah," pungkasnya. (Cr1)
Editor : Meitika Candra Lantiva