GUNUNGKIDUL – Hari pertama pelaksanaan Job Fair 2026 di GOR Siyono, Kapanewon Playen, Rabu (15/7/2026), mulai dipadati pencari kerja.
Hingga siang hari, sekitar 500 pelamar mendatangi lokasi untuk memanfaatkan kesempatan yang dibuka oleh 32 perusahaan dengan total sekitar 5.000 lowongan pekerjaan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Kabupaten Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan, ribuan lowongan tersebut merupakan peluang yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, terutama lulusan baru dan pencari kerja di Gunungkidul.
"Kalau 5.000 itu kan peluang ya, kami berharap peluang itu dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh masyarakat kita," ujarnya.
Usai pelaksanaan job fair, Disdagnaker akan melakukan pemantauan terhadap proses rekrutmen melalui laporan dari masing-masing perusahaan peserta.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kebutuhan tenaga kerja telah terpenuhi.
"Kita akan pantau seintens mungkin. Setelah job fair ini kita akan minta laporan," katanya.
Apabila masih terdapat formasi yang belum terisi, Disdagnaker akan menjalin komunikasi dengan perusahaan guna mencari alternatif pemenuhan kebutuhan tenaga kerja.
"Semisal dari kuota yang dibutuhkan belum terpenuhi maka kami akan berdiskusi dengan masing-masing perusahaan," ujarnya.
Sebagai upaya jangka panjang, Disdagnaker juga akan memperkuat koordinasi dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah-sekolah agar kompetensi lulusan lebih selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
"Kita akan menggandeng BKK untuk koordinasi kompetensi lulusan pada sekolah-sekolah yang ada di Gunungkidul," katanya.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Disdagnaker Gunungkidul Emi Nur Aini menambahkan, keberhasilan penyerapan tenaga kerja tidak hanya bergantung pada banyaknya lowongan, tetapi juga kesiapan pelamar memenuhi kualifikasi yang ditetapkan perusahaan.
Baca Juga: Panewu Cangkringan Batalkan Permohonan Iuran Guru untuk HUT Kemerdekaan
"Harapan kami akan menyerap tenaga kerja secara optimal, tapi kan juga setiap perusahaan memiliki standar masing-masing," kata Emi.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia masih menjadi tantangan yang perlu terus dibenahi agar daya saing pencari kerja asal Gunungkidul semakin meningkat.
"Meskipun demikian, pemerintah daerah masih memiliki PR tentang kualitas SDM calon tenaga kerja," ungkapnya.
Emi menegaskan, peran Disdagnaker tidak hanya sebatas memfasilitasi pelaksanaan job fair, tetapi juga mengawal proses rekrutmen hingga selesai.
Oleh karena itu, pihaknya akan meminta laporan kepada seluruh perusahaan peserta mengenai perkembangan penerimaan tenaga kerja.
"Kami juga akan meminta kepada perusahaan terkait dengan laporan setelah job fair, mungkin dalam jangka waktu tiga bulan, karena perusahaan memiliki proses rekrutmen yang panjang," ujarnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva