Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunungkidul Cetak Rekor Dunia MURI Lewat Senam Kreasi Topeng Penthul Tembem

Dzika Fajar • Jumat, 10 Juli 2026 | 15:18 WIB
(Dzika Fajar/Radar Jogja)
CETAK REKOR MURI: Senam Kreasi Topeng Penthul Tembem Gunungkidul. (Dzika Fajar/Radar Jogja)

 

GUNUNGKIDUL – Kabupaten Gunungkidul kembali menorehkan prestasi dengan memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyelenggaraan Senam Kreasi Topeng Penthul Tembem di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Jumat (10/7/2026). 

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Geopark Night Specta 8.0 tersebut berhasil ditetapkan sebagai Rekor Dunia MURI berkat keterlibatan 1.588 peserta perempuan.

Baca Juga: Bioskop Mandala Wates Kulon Progo Bakal Dihidupkan Lagi, Masih dalam Konsultasi Publik

Semula panitia menargetkan sebanyak 1.500 peserta.

Namun, berdasarkan hasil verifikasi tim MURI, jumlah peserta yang mengikuti senam mencapai 1.588 orang.

Capaian tersebut dinilai tidak hanya berhasil memecahkan rekor, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian budaya lokal yang melibatkan masyarakat dalam skala besar.

Peserta senam berasal dari berbagai unsur masyarakat, terdiri atas 102 anggota Perwosi Kabupaten Gunungkidul, 900 anggota Perwosi dari 18 kapanewon, 504 peserta dari IGTKI dan Himpaudi, 24 personel Polwan Polres Gunungkidul, 30 anggota Komunitas Kalurahan Bobung/Relawan Bobung, serta 14 peserta dari Omah Trengguli.

Baca Juga: Penanaman Pohon Tandai Seperempat Abad Festival Lima Gunung di Magelang

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan pelaksanaan Senam Kreasi Topeng Penthul Tembem merupakan bagian dari strategi pengembangan sport tourism yang dipadukan dengan pelestarian budaya lokal.

"Senam kreasi ini merupakan wujud nyata strategi sport tourism yang sedang kami kembangkan di Gunungkidul," ujarnya saat ditemui awak media.

Menurut Endah, kegiatan tersebut juga menjadi upaya memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan Topeng Penthul Tembem yang selama ini menjadi salah satu kerajinan khas Gunungkidul.

"Kalau tidak kita jaga, lama-kelamaan bisa punah. Padahal selama ini pengrajin di Gunungkidul menjadi pemasok topeng untuk berbagai toko cenderamata di Yogyakarta," katanya.

Baca Juga: Jangan Asal Tergiur Harga Murah, Ini tips Memilih Kost yang Nyaman untuk Mahasiswa Perantau

Selain menerima piagam Rekor Dunia MURI, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga menerima Surat Pencatatan Ciptaan Topeng Penthul Tembem dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bentuk perlindungan hak kekayaan intelektual terhadap warisan budaya daerah.

Endah menjelaskan, pemecahan rekor dunia tersebut sengaja dipadukan dengan penyelenggaraan Geopark Night Specta 8.0 dan Festival Cokelat 4.0 sebagai upaya menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, budaya, hingga pertanian secara bersamaan.

"Dengan pemecahan Rekor MURI ini kami berharap menjadi penyemangat untuk terus melestarikan tradisi. Gunungkidul memiliki kekayaan budaya, pariwisata, dan pertanian yang layak dikenal lebih luas hingga tingkat dunia," ujarnya.

Baca Juga: Dari Bioskop hingga Menjadi Gudang dan Gedung Mangkrak, Mengulik Masa Kejayaan Bioskop Mandala Theater Wates Kulon Progo

Sementara itu, Senior Representatif MURI, Ari Andriani, mengapresiasi pelaksanaan senam yang dinilai memenuhi seluruh indikator penilaian.

"Gerakannya dilakukan dengan sangat rapi, kompak, dan memiliki harmonisasi yang luar biasa. Ini menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan," katanya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata berupa Topeng Penthul Tembem Bobung kepada tim MURI sebagai simbol kolaborasi dalam mempromosikan budaya khas Gunungkidul.

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Geopark Night Specta 8.0 #Cetak Rekor Dunia #Kreasi Topeng Penthul Tembem #MURI #Gunungkidul