GUNUNGKIDUL – Pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata semester pertama 2028 menunjukkan tren positif. PAD dari sektor tersebut hingga akhir Juni telah mencapai 99,29 persen dari target tahunan.
Salah satu kotribusi positif nya karena tingginya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata di Bumi Handayani.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul Yohanes Nanang Putranto mengatakan, realisasi penerimaan retribusi wisata tercatat sebesar Rp 35.807.742.435 dari target Rp 36.064.663.400. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 2.907.533 orang atau 89,76 persen dari target tahunan sebanyak 3.239.205 kunjungan.
"Saat ini PAD sektor pariwisata di Gunungkidul mengalami kenaikan. Berbeda dengan tahun lalu yang belum mencapai target yang telah ditetapkan," katanya Rabu (1/7/2026).
Dia menjelaskan, capaian tersebut menunjukkan sektor pariwisata masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah sekaligus penyumbang PAD yang signifikan. Pun menjadi indikator meningkatnya daya tarik destinasi wisata di Gunungkidul.
Baca Juga: Shayne Pattynama Dirumorkan ke PSS Sleman? Manajemen: Ditunggu Saja!
Kendati begitu, pemerintah daerah tidak ingin berpuas diri dengan capaian tersebut. Evaluasi terhadap target dan strategi pengembangan destinasi akan terus dilakukan agar pertumbuhan sektor pariwisata dapat dipertahankan hingga akhir tahun.
"Nanti akan diadakan rapat koordinasi untuk mengevaluasi capaian yang sudah ada sekaligus menyusun langkah agar target yang telah ditetapkan dapat terus meningkat," ujarnya.
Selain meningkatnya jumlah wisatawan, dia menilai pembangunan infrastruktur, kemudahan akses menuju destinasi wisata, serta berbagai agenda promosi turut berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor pariwisata di Gunungkidul.
Baca Juga: Tarif Retribusi Rp 5000 per Orang Mulai Berlaku
Meski realisasi PAD hampir menyentuh 100 persen pada pertengahan tahun, pihaknya tetap optimistis jumlah kunjungan wisatawan akan terus meningkat pada semester kedua.
Momentum libur sekolah, libur akhir tahun, serta penyelenggaraan berbagai agenda pariwisata diperkirakan akan semakin mendorong peningkatan kunjungan.
"Kalau tahun lalu lonjakan wisatawan paling terasa saat libur sekolah dan akhir tahun. Namun, tahun ini jumlah kunjungan relatif lebih stabil sejak awal tahun," jelasnya. (cr1/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita