Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cek Kesehatan Gratis di Gunungkidul Masih Rendah, Warga Takut Ketahuan Penyakit

Yusuf Bastiar • Minggu, 21 Juni 2026 | 20:30 WIB
Petugas Kesehatan mengambil sampel darah dari peserta CKG.
Petugas Kesehatan mengambil sampel darah dari peserta CKG.

GUNUNGKIDUL - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah belum berjalan optimal di Kabupaten Gunungkidul. 

Di samping keterbatasan tenaga kesehatan dan sarana penunjang di puskesmas, rendahnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut masih menjadi tantangan utama.

Hingga pertengahan 2026, capaian pemeriksaan kesehatan gratis di Gunungkidul baru menyentuh 10,81 persen dari target sasaran yang ditetapkan.

Baca Juga: Seragam Gratis bagi Siswa Baru di Bantul Masih Tunggu Hasil Final Jumlah Pendaftar  

Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul pun terus menggenjot berbagai strategi jemput bola agar target nasional dapat tercapai.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono mengatakan, hingga 10 Juni 2026 jumlah warga yang telah mengikuti CKG tercatat sebanyak 38.840 orang dari total target 359.171 orang. Tahun ini pemerintah menargetkan sedikitnya 40 persen sasaran dapat terlayani.

"Kalau melihat capaian saat ini memang masih perlu kerja keras. Sampai awal Juni baru 10,81 persen dari target tahun ini," ujarnya kepada wartawan, Minggu (21/6/2026).

Capaian tersebut masih berada di bawah target yang diharapkan. Pada pelaksanaan tahun 2025 lalu, program serupa juga belum mampu memenuhi target.

Baca Juga: 49 Kepala Sekolah Baru Dilantik, Puluhan Jabatan Kepsek di Gunungkidul Masih Kosong

Dari sasaran 310.770 orang, jumlah warga yang menjalani pemeriksaan kesehatan gratis hanya mencapai 88.096 orang atau sekitar 28,3 persen. Menurut Ismono, rendahnya partisipasi masyarakat dipengaruhi berbagai faktor.

Salah satunya masih adanya anggapan bahwa pemeriksaan kesehatan justru akan membuka fakta penyakit yang selama ini tidak diketahui.

"Masih ada masyarakat yang enggan datang untuk cek kesehatan karena takut mengetahui penyakit yang diderita," katanya.

Selain faktor masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia di fasilitas kesehatan juga menjadi kendala. Rata-rata puskesmas di Gunungkidul hanya memiliki dua dokter dan lima hingga enam perawat.

Baca Juga: Usai Ditinggal Corfe, PSIM Jogja Kini Bidik Bomber Kolombia Berpostur 187 Sentimeter

Di sisi lain, jumlah pasien rawat jalan yang harus dilayani setiap hari cukup tinggi, berkisar antara 75 hingga 150 orang per puskesmas.

Kondisi tersebut membuat pelaksanaan layanan jemput bola di lapangan tidak bisa dilakukan secara maksimal karena tenaga kesehatan tetap harus melayani pasien yang datang ke puskesmas.

"Jumlah pasien cukup banyak setiap harinya," jelasnya.

Kendala lain yang dihadapi adalah terbatasnya bahan medis habis pakai (BMHP), terutama untuk pemeriksaan cepat laboratorium seperti cek gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Baca Juga: Deteksi Siklon 92W, BMKG Yogyakarta Prediksi Ada Potensi Hujan Lokal di DIY: Begini Penjelasannya

Keterbatasan sarana dan ruang pelayanan juga menjadi tantangan dalam pelaksanaan program. Kendati demikian, seluruh puskesmas di Gunungkidul telah membuka layanan CKG.

Sebanyak 30 puskesmas aktif memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesejatan Dinkes Gunungkidul Dono Panggarjito memastikan, pasokan bahan medis untuk mendukung program kesehatan nasional masih relatif aman. Menurutnya, kebutuhan BMHP hingga saat ini masih dipenuhi melalui distribusi dari Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Kuota SRMA 43 Magelang Turun 70 Persen, Hanya Tersedia 30 Kursi karena Fasilitas Terbatas

Selain itu, pemerintah provinsi juga memiliki stok penyangga yang dapat dimanfaatkan apabila terjadi kekurangan pasokan di daerah.

"Untuk kebutuhan program nasional sejauh ini pasokan masih berjalan lancar. Jika ada kekosongan, pemerintah provinsi juga memiliki buffer stock yang bisa dimanfaatkan," pungkasnya. (bas)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Masih Rendah #Takut ketahuan penyakit #Gunungkidul #cek kesehatan gratis