Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Cabai Merah Turun Tajam, Sejumlah Bapokting Gunungkidul Masih Stabil

Yusuf Bastiar • Rabu, 17 Juni 2026 | 08:09 WIB

 

Kondisi Pasar Argosari Wonosari pada Selasa (14/4) siang terlihat cenderung landai. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
Kondisi Pasar Argosari Wonosari pada Selasa (14/4) siang terlihat cenderung landai. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)

 

 

GUNUNGKIDUL - Harga sejumlah bahan pokok penting (bapokting) di Kabupaten Gunungkidul mengalami penurunan pada pertengahan Juni 2026. Komoditas cabai menjadi penyumbang penurunan harga terbesar, sementara sebagian besar kebutuhan pokok lainnya terpantau stabil.

 

Berdasarkan hasil pemantauan harga rata-rata kebutuhan pokok yang dilakukan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul, harga cabai besar merah turun Rp 10 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 50 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Penurunan juga terjadi pada cabai rawit merah yang turun Rp 5 ribu menjadi Rp 65 ribu per kilogram.

 

Kepala Bidang Perdagangan Disdagnaker Gunungkidul Ris Heryani menyebutkan, selain komoditas cabai, harga bawang merah turut mengalami koreksi.

Baca Juga: Pergerakan Penumpang Melonjak 114 Persen, Daop 6 Jogja Layani 72 Ribu Orang di Momen Libur 1 Muharam

Komoditas tersebut kini berada di angka Rp 45 ribu per kilogram atau turun Rp 5 ribu dibandingkan pemantauan sebelumnya. Harga daging ayam ras juga turun tipis Rp 1.000 menjadi Rp 33 ribu per kilogram.

 

Di sisi lain, lanjut dia, cabai rawit hijau justru mengalami kenaikan harga. Komoditas tersebut naik Rp 5 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Sementara berbagai kebutuhan pokok lainnya seperti beras premium, beras medium, gula pasir curah, minyak goreng, telur ayam ras, garam, bawang putih, hingga daging sapi terpantau stabil.

Ris Heryani menyebutkan, turunnya harga sejumlah komoditas terutama cabai dipengaruhi meningkatnya pasokan dari sentra produksi serta kondisi distribusi yang relatif lancar.

 

"Ketersediaan barang hingga saat ini masih aman sehingga harga cenderung terkendali," ujarnya kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).

 Baca Juga: Ikuti Arahan Gubernur HB X, Nasabah BUKP Galur dan Wates Segera Layangkan Gugatan Perdata

Menurut dia, fluktuasi harga cabai merupakan hal yang umum terjadi karena sangat dipengaruhi faktor cuaca dan masa panen. Saat pasokan melimpah, harga biasanya mengalami penyesuaian di tingkat pasar.

Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan secara rutin untuk mengantisipasi potensi gejolak harga yang dapat berdampak pada daya beli masyarakat. Terlebih saat ini sejumlah wilayah mulai memasuki musim kemarau yang berpotensi memengaruhi produksi komoditas pertanian tertentu.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul Kelik Yuniantoro menilai, kondisi harga kebutuhan pokok saat ini masih relatif stabil dan terkendali.

Baca Juga: Gegara Pasokan Langka dan Harga Melambung, Pedagang Daging di Magelang Raya Mogok Jualan Tiga Hari

 Penurunan harga pada beberapa komoditas justru memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Ia berharap, kondisi distribusi dan pasokan tetap terjaga sehingga stabilitas harga bahan pokok dapat dipertahankan.

 

"Sampai saat ini ketersediaan kebutuhan pokok masih mencukupi dan belum ada indikasi kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga secara signifikan," pungkasnya. (bas)

Editor : Heru Pratomo
#harga cabai merah #pasar argosari #bapokting #disdagnaker #harga