GUNUNGKIDUL - Perbaikan Jalan Jogja-Wonosari di simpang tiga Piyungan, Bantul dipastikan berdampak pada mobilitas warga Gunungkidul yang setiap hari bekerja maupun bersekolah di area Jogja. Untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan selama proyek berlangsung, jajaran kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) secara situasional.
Kasi Humas Polsek Patuk Aiptu Purwanto mengatakan, perbaikan jalan berupa pemasangan rigid beton di kawasan simpang tiga Piyungan akan dilaksanakan sejak Senin (8/6) hingga 31 Juli. Pengerjaan tersebut, kata Purwanto, berpotensi menyebabkan penyempitan jalur dan memperlambat arus kendaraan di ruas utama penghubung Jogja-Gunungkidul. Agar tidak terjadi kepadatan maupun kemacetan, Polsek Patuk telah menyiapkan rekayasa lalin.
“Dengan adanya perbaikan di simpang tiga Piyungan otomatis berdampak pada arus lalu lintas di Patuk karena Jalan Jogja-Wonosari merupakan jalur utama,” ujarnya Jumat (5/6).
Menurut Purwanto, rekayasa lalin akan diberlakukan apabila antrean kendaraan dari arah Piyungan mulai mengular hingga wilayah Patuk. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan di ruas Jalan Jogja-Wonosari.
Dia menjelaskan, kendaraan dari simpang empat Pos Sat PJR Polda DIY Unit Patuk dapat diarahkan ke utara melalui jalur Petir. Sementara kendaraan dari arah selatan dapat dialihkan melalui jalur Cinomati. Petugas juga akan disiagakan di sejumlah titik untuk membantu pengendara mencari jalur alternatif.
“Rekayasa lalin akan kami berlakukan ketika kepadatan sudah sampai wilayah Patuk. Petugas akan kami tempatkan di beberapa titik,” katanya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Priya Tri Handoyo mengatakan, meski lokasi pekerjaan berada di wilayah Bantul, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat Gunungkidul yang setiap hari melintasi jalur Jogja-Wonosari. Menurut dia, ada ribuan warga Gunungkidul yang memiliki aktivitas rutin bekerja maupun sekolah di Jogja. Sehingga potensi kepadatan lalu lintas saat jam sibuk cukup tinggi selama masa pengerjaan berlangsung.
Priya menyarankan pengendara roda dua maupun kendaraan kecil memanfaatkan jalur alternatif melalui Nglanggeran apabila kondisi lalu lintas di jalur utama mengalami kepadatan. Pengguna jalan juga diminta mematuhi petunjuk petugas di lapangan demi keselamatan dan kelancaran arus lalin. “Yang terpenting tetap berhati-hati dalam berkendara dan ikuti arahan petugas di lapangan,” tandasnya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita