GUNUNGKIDUL - Harga dua komoditas kebutuhan pokok di pasar tradisional Gunungkidul mengalami kenaikan pada awal Juni. Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul, kenaikan terjadi pada cabai rawit merah dan bawang putih honan Selasa (2/6).
Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi. Harga rata-rata di tingkat pasar tercatat mencapai Rp 75.000 per kilogram atau naik Rp 5.000 dibandingkan pemantauan sebelumnya. Sementara itu, bawang putih honan naik Rp 2.000 menjadi Rp 28.000 per kilogram.
Baca Juga: Jabat Sekda, Abu Bakar Siap Tuntuaskan Pekerjaan Rumah Sleman
Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Cabai besar merah turun Rp 5.000 menjadi Rp 55.000 per kilogram. Telur ayam ras turun Rp 1.000 menjadi Rp 25.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah juga turun Rp 1.000 menjadi Rp 21.000 per kilogram.
“Selain cabai rawit merah dan bawang putih tidak ada kenaikan. Cuma dua Komoditas itu saja,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Disdagnaker Gunungkidul Ris Heryani Selasa (2/6).
Ia mengatakan, fluktuasi harga tersebut masih tergolong wajar dan dipengaruhi kondisi pasokan maupun permintaan di pasar. Menurut dia, hingga saat ini ketersediaan bahan pokok di wilayah Gunungkidul masih aman. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan barang.
Berdasarkan data pemantauan, lanjut Ris Heryani, sejumlah kebutuhan pokok tercatat tidak mengalami perubahan harga. Di antaranya daging sapi Rp 145.000 per kilogram, daging ayam ras Rp 35.000 per kilogram, beras premium Rp 14.900 per kilogram, beras medium Rp 13.200 per kilogram, gula pasir curah Rp 17.000 per kilogram, minyak goreng premium Rp 22.000 per liter, serta Minyakita Rp 15.500 per liter.
Stabilitas harga juga terlihat pada komoditas lain. Seperti cabai rawit hijau Rp 45.000 per kilogram, bawang merah Rp 50.000 per kilogram, bawang bombai Rp 35.000 per kilogram, kacang tanah kupas Rp 35.000 per kilogram, kedelai impor Rp 14.000 per kilogram, jagung pipilan kering Rp 8.000 per kilogram, dan tepung terigu curah Rp 9.500 per kilogram. “13 komoditas harga yang tetap dan tiga lainnya mengalami penurunan dibandingkan harga pekan kemarin,” katanya.
Baca Juga: Imbas Penguatan Dolar AS terhadap Rupiah, Oli Kendaraan dan BBM Jadi Pemicu Inflasi di Kota Jogja
Sementara itu, Kepala Disdagnaker Gunungkidul Kelik Yuniantoro memastikan, pemantauan harga dan stok bahan pokok terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah. “Jika ada gejolak harga yang signifikan, akan segera dilakukan koordinasi,” sebutnya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita